Bek Real Sociedad: Tantangan Berat Hadapi Real Madrid di Bernabeu

Bek Real Sociedad, Jon Martin, mengakui tantangan besar saat menghadapi Real Madrid, terutama Kylian Mbappe dan Vinicius Junior.

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 19:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Saya mengenal Espi dari tim nasional kelompok umur dan dari bermain melawannya tahun lalu. Saya pikir dia pemain hebat dan juga orang yang hebat," kata Martin. Espi sendiri langsung mencuri perhatian setelah mencetak gol kemenangan Real Madrid atas Espanyol dalam pertandingan pembuka mereka di La Liga.

Meski belum menjadi pilihan utama di starting XI, Espi telah menunjukkan bahwa dirinya mampu memberikan pengaruh ketika masuk sebagai pemain pengganti.

Kemampuan tersebut menjadi aset penting bagi Madrid karena kedalaman skuad menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan untuk bersaing di berbagai kompetisi sepanjang musim.

Mbappe Lebih Sulit Dihentikan daripada Vinicius

Ketika ditanya siapa yang lebih sulit dihentikan antara Mbappe dan Vinicius, Jon Martin mengakui keduanya sama-sama menjadi ancaman besar. "Keduanya sulit," jawab Martin.

Namun, jika harus memilih satu, Martin akhirnya memberikan keunggulan kepada Mbappe. "Jika saya harus memilih satu, saya mungkin akan mengatakan Mbappe karena dia bermain lebih dekat dengan saya, lebih sebagai striker, dan karena ruang serta kemampuan satu lawan satunya," jelasnya.

Penilaian tersebut menunjukkan posisi Mbappe sebagai penyerang tengah membuatnya lebih sulit dikontrol seorang bek tengah. Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, serta pergerakannya di ruang terbuka menjadi kombinasi berbahaya. Sementara itu, Vinicius memiliki ancaman berbeda melalui akselerasi dan kemampuan menggiring bola dari sisi kiri.

Mourinho Punya Misi Kembalikan Trofi ke Bernabeu

Jon Martin juga menyadari kualitas lini depan Madrid merupakan konsekuensi dari ambisi klub untuk memenangkan berbagai trofi. "Real Madrid berjuang untuk La Liga dan setiap trofi, jadi mereka harus memiliki pemain dengan level seperti itu," katanya. Komentar tersebut sejalan dengan ambisi Madrid pada musim ini, di mana dua musim tanpa trofi dianggap sebagai hasil yang mengecewakan bagi klub sebesar Los Blancos.

Kedatangan Mourinho kembali ke Bernabeu serta aktivitas Madrid di bursa transfer menunjukkan besarnya ambisi klub untuk bangkit. Mereka ingin kembali menjadi kekuatan dominan di Spanyol sekaligus bersaing untuk meraih trofi Eropa. Barcelona di bawah Hansi Flick telah membangun periode dominasi domestik dalam beberapa musim terakhir, dan Real Madrid kini berharap Mourinho mampu menghentikan momentum tersebut dan membawa kembali gelar-gelar bergengsi ke Bernabeu.

Namun, seberapa efektif perubahan tersebut akan bekerja masih harus dibuktikan di lapangan. Musim yang panjang menanti, dan Real Madrid harus membuktikan bahwa kombinasi Mourinho dan skuad bertabur bintang mampu menggeser Barcelona serta kembali menjadi penguasa sepak bola Spanyol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo Pradigdo, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan