Lumat Yordania 3-0, Timnas Putri Tantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026

Timnas putri Indonesia yang memakai nama Garuda Pertiwi melaju ke final Srikandi Merdeka Cup 2026 dan akan berhadapan dengan Thailand.

OlehThomas
Diterbitkan 22 Agustus 2026, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Masuknya Jezlyn Kayla Azkha juga membuat variasi serangan Indonesia semakin beragam. Situasi Yordania kian sulit setelah mereka harus bermain dengan 10 pemain mulai menit ke-56.

Leen Anzour Munir Soubar menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Fadilla.

Meski unggul jumlah pemain, Garuda Pertiwi gagal menambah gol. Sementara itu, Yordania juga kesulitan menciptakan peluang berbahaya dan lebih banyak mengandalkan percobaan dari luar kotak penalti.

Hingga pertandingan berakhir, skor 3-0 untuk kemenangan Garuda Pertiwi tetap bertahan.

Shifana: Hasil Kerja Keras Tim

Gelandang Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa, menyebut kemenangan atas Yordania menjadi buah dari persiapan panjang yang dilakukan tim.

Menurutnya, kedisiplinan saat bertahan dan agresivitas ketika menyerang merupakan hasil latihan intensif selama masa training camp.

"Pastinya kami semua sangat senang dengan kemenangan hari ini. Ini adalah hasil kerja keras kami selama training center dan ganjarannya kayak tercapai gitu, kami bisa masuk final," kata Shifana.

Pemain Samba Persada Women di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 itu kini bersiap menghadapi Thailand di partai puncak.

 

Timo Sudah Bidik Thailand Sejak Awal

Pelatih Kepala Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia juga bersyukur Indonesia mampu menang meyakinkan meski kehilangan salah satu pemain kunci, Nafeeza Ayasha Nori, yang mengalami cedera ketika pemanasan.

Bagi Timo, pertemuan dengan Thailand di final memang menjadi salah satu target yang ingin dicapai sejak awal turnamen.

Menurutnya, pertandingan melawan salah satu kekuatan utama Asia Tenggara tersebut akan menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda Indonesia.

"Tim kuat yang ada di sekitar kita (wilayah Asia Tenggara) kan Thailand, Vietnam, sama Australia. Jadi kalau kami bisa main lawan Thailand, itu sebuah pengalaman yang luar biasa dan itu yang kami cari," ujar Timo.

Ia menegaskan keberhasilan membentuk pemain berkualitas jauh lebih penting daripada sekadar mengejar trofi.

"Karena dari saya, saya selalu mau mencetak pemain, karena mencetak pemain tuh jangka panjang. Kalau sampai kita juara, pialanya itu bonus. Piala saya sesungguhnya itu semua pemain-pemain saya," katanya.

Di kubu Yordania, Pelatih Kepala Luna Rami Amin Almasri mengakui disiplin pertahanan Indonesia membuat timnya kesulitan mengembangkan permainan.

Menurut Luna, situasi semakin berat setelah Yordania kehilangan satu pemain akibat kartu merah pada babak kedua. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan anak asuhnya.

"Memang hasil hari ini tidak seperti yang kami harapkan, tapi pemain tetap memberikan kerja keras maksimal. Pertandingan terasa lebih berat setelah kartu merah, tapi tim tetap bermain kompak saat menyerang maupun ketika bertahan," ujarnya.

Dengan kemenangan telak atas Yordania, Garuda Pertiwi kini tinggal selangkah lagi dari gelar juara. Tantangan terakhir adalah Thailand, sekaligus ujian penting bagi generasi muda sepak bola putri Indonesia di level internasional.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan