Bruno Guimaraes, Kepingan Penting untuk Membawa Arsenal ke Level Berikutnya

Bruno Guimaraes menjadi rekrutan penting Arsenal untuk mengejar gelar. Gelandang Brasil itu membawa pengalaman, kualitas, dan mentalitas juara.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 07:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal tidak mendatangkan Bruno Guimaraes sekadar untuk menambah jumlah pemain di skuad. Kepindahan senilai £75 juta (sekitar Rp1,8 triliun) dari Newcastle United menjadi sinyal bahwa The Gunners ingin memperkuat tim untuk bersaing memperebutkan trofi sejak awal musim.

Mikel Arteta kini memiliki pilihan lebih banyak di lini tengah setelah sebelumnya mengandalkan Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Martin Odegaard. Kehadiran Guimaraes membuat sektor tersebut semakin kuat, agresif, serta fleksibel dalam menghadapi berbagai karakter pertandingan.

Pada usia 28 tahun, Guimaraes memang bukan investasi untuk masa depan jangka panjang. Akan tetapi, Arsenal tidak sedang mencari proyek pengembangan pemain, melainkan sosok yang bisa langsung memberi pengaruh dalam perburuan gelar Premier League, Liga Champions, dan kompetisi domestik.

Pengalaman Premier League Jadi Modal Utama

Guimaraes meninggalkan Newcastle setelah menjadi bagian penting klub sejak bergabung pada Februari 2022. Dia menjadi kapten, tampil lebih banyak daripada pemain Newcastle lainnya sejak debut, serta berkembang menjadi pusat permainan tim asuhan Eddie Howe.

Kehadirannya memberikan kombinasi agresivitas, teknik, dan ketenangan dalam menguasai bola. Dia mampu memenangkan duel, membawa bola melewati tekanan, menjaga ritme permainan, serta memberikan umpan yang membuka ruang bagi rekan setim.

Arsenal membutuhkan karakter tersebut untuk menghadapi jadwal padat yang bisa mencapai hampir 60 pertandingan dalam semusim. Guimaraes juga memiliki pengalaman menghadapi pertandingan besar sehingga Arteta mendapatkan pemain yang tidak membutuhkan waktu panjang untuk memahami tuntutan Premier League.

Bukan Sekadar Gelandang Bertahan

Selama memperkuat Newcastle, Guimaraes kerap dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang agresif dalam merebut bola. Namun, perkembangannya dalam beberapa musim terakhir menunjukkan bahwa kontribusinya jauh lebih luas.

Musim lalu, dia mencetak sembilan gol dan lima assist di Premier League sekaligus menjadi pemain Newcastle dengan kontribusi gol terbanyak. Produktivitas tersebut memperlihatkan kemampuan Guimaraes untuk memberikan ancaman dari lini kedua tanpa kehilangan tanggung jawab defensif.

Pergerakannya ke area yang lebih tinggi juga membuka peluang bagi Arteta untuk memainkannya sebagai gelandang nomor delapan. Guimaraes dapat masuk dari sisi kanan, menyerang ruang di sekitar kotak penalti, dan memanfaatkan pergerakan Odegaard atau Bukayo Saka.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Guimaraes dan Rice memiliki karakteristik yang dapat saling melengkapi karena keduanya mampu bergerak cepat, memenangkan duel, serta membawa bola ke area yang lebih maju. Arteta bahkan memiliki opsi memainkan keduanya sebagai pasangan gelandang agresif ketika Arsenal perlu memenangkan pertarungan di lini tengah. Statistik musim lalu memperkuat kualitas tersebut karena Guimaraes mencatat 6,1 duel dimenangkan dan 1,6 tekel sukses per 90 menit. Dia juga membuat 5,0 recovery per 90 menit, hanya berada di bawah Rice di antara gelandang tengah Arsenal dalam kategori tersebut. Kombinasi itu memberi Arteta fleksibilitas untuk mengubah struktur permainan sesuai kebutuhan. Guimaraes bisa bermain lebih dalam untuk membantu Zubimendi, sementara Rice diberi kebebasan bergerak ke depan atau sebaliknya.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan