Jelang Akhir Putaran Pertama, Persaingan UniLeague Makin Sengit

UniLeague tetap berlangsung sportif dan damai meski menghadirkan persaingan yang begitu sengit dan ketat jelang akhir putaran pertama.

OlehThomas
Diterbitkan 10 Juni 2026, 20:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Liga Universitas (UniLeague) 2026 semakin mendekati akhir putaran pertama. Di tengah persaingan yang semakin ketat, semangat Play For Peace dan Football For Mental Health kembali menjadi sorotan utama dalam kompetisi sepak bola antarkampus tersebut.

Pesan perdamaian dan pentingnya kesehatan mental kali ini terasa kuat dalam dua pertandingan klasik yang selama ini dikenal sarat rivalitas dan tensi tinggi. Namun, kedua laga tersebut justru berlangsung dengan penuh sportivitas, rasa saling menghormati, dan semangat persaudaraan.

Di Regional Bandung, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan Cimahi menghadapi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Stadion Institut Teknologi Bandung (ITB), Jatinangor, Sumedang, Sabtu (6/6/2026). Sementara di Regional Jakarta, Universitas Kristen Indonesia (UKI) berhadapan dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Lapangan UMJ, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (7/6/2026).

Sebelum pertandingan dimulai, seluruh pemain dari masing-masing regional menunjukkan simbol persatuan dengan saling merangkul sambil membentangkan spanduk UniLeague bertuliskan Play For Peace dan Football For Mental Health.

Tak hanya itu, para kapten tim secara bergantian membacakan pesan perdamaian serta pentingnya menjaga kesehatan mental dalam sepak bola. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan sekadar ajang perebutan kemenangan, melainkan juga ruang untuk membangun karakter, memperkuat ketahanan mental, dan menumbuhkan rasa saling menghargai.

PBB Apresiasi Semangat Perdamaian di UniLeague

Semangat positif yang hadir di lapangan turut mendapat perhatian dari Kepala Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, Gita Sabharwal. Ia menyaksikan langsung bagaimana nilai-nilai Play For Peace dan Football For Mental Health diwujudkan oleh para peserta UniLeague.

Menurut Gita, atmosfer pertandingan tidak hanya terasa kompetitif, tetapi juga dipenuhi energi positif yang terpancar dari para pemain maupun suporter.

"Permainannya luar biasa penuh semangat, penuh suportivitas. Ada energi positif di stadion dari para anak muda. Sangat-sangat bagus, saya harap UniLeague bisa menjadi contoh dunia," kata Gita Sabharwal di Lapangan UMJ.

Apresiasi serupa juga disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Heru Hartanto Subolo. Ia menilai penyelenggaraan UniLeague menjadi contoh bagaimana olahraga dapat menjadi sarana efektif dalam membangun perdamaian dan memperkuat kesehatan mental generasi muda.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Menurut Heru, sepak bola merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai latar belakang sekaligus menjadi media pembelajaran tentang sportivitas dan kerja sama. "Banyak sekali peran yang bisa dilakukan para pemuda khususnya bidang diplomasi. Bagaimana pemuda membangun diplomasi perdamaian, dengan sepak bola menjadi medianya, pengenalan lawan, sportivitas, dan kompetensi," ujar Heru.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan