6 Aksi Nyeleneh Para Bintang di 2013

Sejumlah bintang sepakbola dirundung masalah justru karena ulah konyolnya sendiri. Beberapa insiden terjadi saat pemain melakukan selebrasi.

Diterbitkan 31 Desember 2013, 15:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Sepanjang 2013 ada beberapa aksi para bintang sepakbola yang tak lazim di lapangan hijau. Tak hanya ketika sang pemain melakukan selebrasi usai mencetak gol, tapi juga saat berebut bola di depan gawang.

Kerasnya kompetisi dan ketatnya persaingan kerap membuat para pemain berlaku tak biasa. Namun kadang, peristiwa di luar lapangan sepakbola seperti situasi sosial dan politik juga kerap menjadi inspirasi bagi luapan ekspresi sang bintang.

Selain insiden Luis Suarez yang menggigit lengan Ivanovic, ada pula peristiwa 'berantem'-nya Roberto Mancini dengan anak asuhannya Mario Balotelli saat di kamp latihan Manchester City. Ada pula insiden 'salam terlarang' yang dilakukan sejumlah pemain di Mesir, Yunani, dan di Inggris.

Inilah 'aksi nyeleneh' yang dilakukan para bintang sepakbola selama 2013 yang berhasil dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber.


1. Luis Suarez Dituduh Drakula

Suarez menggigit bek Chelsea Branislav Ivanovic di Anfield, Minggu 21 April 2013. Aksi gigit lengan itu sama sekali tak terlihat wasit. Namun dalam rekaman video pertandingan, terlihat jelas Suarez yang dijaga ketat Ivanovic menggigit lengan bek Chelsea tersebut. Mimik Ivanovic tampak menyeringai.

Setelah insiden tersebut Ivanovic langsung mengadu kepada wasit. Waktu itu, Suarez masih belum dikenai sanksi dan bahkan masih sempat mencetak gol penyeimbang 1-1 pada akhir laga. Suarez pun dihukum larangan bermain di 10 laga Liverpool.

Dulu saat memperkuat Ajax Amstedam, Luis Suarez pernah melakukan aksi serupa menggigit bahu gelandang PSV Eindhoven Otman Bakkal. Akibat ulahnya itu, striker asal Uruguay tersebut dikenai larangan bermain di 7 pertandingan.

Sebenarnya aksi gigit-menggigit ini bukan monopoli Suarez saja. Penyerang Tottenham Hotspur Jermaine Defoe pernah juga menggigit bek West Ham United Javier Mascherano pada Oktober 2006 silam. Ketika itu, Defoe diganjar kartu kuning oleh wasit Steve Bennett karena ulahnya tersebut.


2. Mario Balotelli 'Ditantang Berantem' Mancini

Hubungan Mario Balotelli
a> dengan sang manajer Roberto Mancini kian memburuk. Puncak dari ketegangan itu terjadi di kamp pelatihan skuat Manchester City, 3 Januari 2013. Mancini yang begitu kesal terhadap ulah Balotelli tak mampu lagi menahan diri. Kerah pakaian Super Mario digenggam dan ditarik secara kasar. Sementara Mario hanya terdiam pasrah.

Keributan antara Mancini dengan Balotelli terjadi berawal dari latihan tim di Carrington. Saat bermain, Balotelli melakukan takling yang dinilai Mancini terlampau keras hingga menyebabkan pemain lain cedera.  

Tak bisa lagi menahan emosinya, Roberto Mancini langsung menarik kostum Balotelli. Striker Timnas Italia itu langsung dibawa keluar lapangan oleh para pemain lain dan asisten pelatih.


3. Giorgos Katidis Dilarang Merumput Karena 'Salam Nazi'

Gelandang serang asal AEK Athena Giorgos Katidis terkena sanksi berat dilarang merumput seumur hidup. Gara-garanya Katidis memberi salam Nazi usai mencetak gol. Federasi Sepakbola Yunani secara bulat memutuskan sanksi tersebut.

Gelandang 20 tahun yang juga mantan kapten Timnas U-19 Yunani itu mencetak gol kemenangan saat AEK Athens menaklukkan Veria 2-1, Sabtu 16 Maret 2013 dalam lanjutan kompetisi Liga Yunani di Stadion Olympic.

"Tindakan sang pemain untuk memberi hormat kepada para penonton dengan salam khas Nazi menentang akal sehat, sangat memperlihatkan rasa tidak hormat kepada semua korban kekejaman Nazi dan melukai kedamaian serta karakter kemanusiaan pada sepak bola. Federasi Sepakbola Yunani dengan tegas mengutuk tindakan-tindakan seperti itu," demikian pernyataan federasi.

Katidis sendiri sempat menyatakan pembelaannya melalui akun twitter pribadinya, "Saya bukan fasis dan saya tidak akan melakukan hal itu jika saya memahami maksudnya. Saya tahu konsekuensi-konsekuensinya dan saya tidak akan pernah melakukannya."


4. Ahmed Abdel Zaher Diskors Karena 'Salam Rabia'

Striker klub raksasa Mesir Al Ahly Ahmed Abdel Zaher kena sanksi skorsing dari pemilik klub gara-gara selebrasinya. Aksi Abdel Zaher itu terjadi setelah mencetak gol kemenangan Al Ahly 2-0 atas lawannya Orlando Pirates dari Afrika Selatan dalam lanjutan kejuaraan Afrika, Minggu 10 November 2013.

Selebrasi Ahmed Abdel Zaher memang 'tak biasa'. Mesir yang kini sedang dilanda konflik politik dan keamanan amat sensitif dengan ucapan dan berbagai kode-kode. Setelah mencetak gol, Abdel Zaher langsung merayakannya dengan memberikan tanda 'Rabia'. Tanda khusus 'Rabia' merupakan simbol 4 jari sebagai wujud simpati pada perjuangan kelompok partai Ikhwanul Muslimin pendukung Presiden Morsi yang telah digulingkan.

Sementara itu, Ahmed Abdel Zaher mengaku bahwa tanda yang dibuatnya tidak berarti dirinya anggota kelompok pendukung Ikhwanul Muslimin kubu Morsi. Zaher menyatakan tanda 'Rabia' yang dibuatnya merupakan ajakan untuk mengenang para kurban aksi damai yang dibubarkan paksa pihak militer.


5. Nicolas Anelka Terbentur 'Salam Quenelle'

Mungkin memang lagi sial nasib Nicolas Anelka. Setelah mencetak gol keduanya bagi West Bromwich, striker asal Prancis ini langsung melakukan aksi 'Salam Quenelle'.

Aksi salam yang biasa dilakukan kelompok Nazi itu diperagakan Anelka dalam laga melawan West Ham United, Sabtu 28 Desember 2013 di The Boleyn, Upton Park, London. Laga itu sendiri berakhir imbang 3-3.

Kontan saja, protes segera bermunculan dari berbagai kalangan. Terutama dari komunitas Yahudi. Kongres Yahudi pun mendesak Anelka agar mendapatkan hukuman sama dengan pesepakbola yang menampilkan salam khas Nazi.

"Memuakkan melihat pesepakbola yang populer melakukan sikap tubuh melecehkan dan penuh kebencian di depan puluhan ribu penonton," kata Presiden Kongres Yahudi Eropa, Moshe Kantor.

Nicolas Anelka akan menghadapi penyelidikan pihak FA. Dia dianggap rasis antisemit.

Sementara itu, Anelka membantah bahwa dirinya antisemit. Dia melakukannya untuk mengenang sahabatnya seorang komedian Prancis Dieudonne Mbala Mbala. Salam quenelle dipopulerkan oleh Dieudonne.

Sikap tubuh dalam salam quenelle itu, lengan atas kanan dipegang tangan kiri sambil jari tangan kanan menunjuk ke bawah. Salam quenelle ini dijadikan simbol antikemapanan dan bentuk modern salam khas Nazi pada masa Hitler.


6. Tom Huddlestone Potong Rambut di Lapangan

Tom Huddlestone menepati janjinya. Tom mengatakan jika ia berhasil mencetak gol, taruhannya potong rambut. Ternyata benar. Ketika berlaga melawan Fulham, Minggu 29 Desember 2013 Tom berhasil mencetak gol.

Tom menyumbangkan satu gol dari skor akhir 6-0 kemenangan Hull City atas Fulham.

"Perayaan ini telah direncanakan selama 18 bulan. Ini direncanakan sejak awal musim lalu dan perlu menemukan kesempatan khusus untuk melakukannya," ucap Huddlestone.

Tak perlu lagi menunggu lama dan berbasa basi, usai laga Tom Huddlestone langsung menyorongkan kepala berambut kribo lebat itu ke staf pelatih  Hull City Rob Price yang telah menyiapkan gunting cukur sebelumnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Vincent Hakim Roosadhy, VinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Mario Balotelli adalah pemain sepak bola profesional Italia yang bergabung dengan klub Liga Premier Italia dan tim nasional Italia.
    Mario Balotelli adalah pemain sepak bola profesional Italia yang bergabung dengan klub Liga Premier Italia dan tim nasional Italia.
    Mario Balotelli
  • Luis Alberto Suárez Díaz adalah pesepak bola profesional Uruguay yang bermain di klub Spanyol FC Barcelona dan tim nasional Uruguay.
    Luis Alberto Suárez Díaz adalah pesepak bola profesional Uruguay yang bermain di klub Spanyol FC Barcelona dan tim nasional Uruguay.
    Luis Suarez