Boban: Balotelli Cocoknya jadi Pembawa Tas Van Basten dan Sheva

Seharusnya Balotelli dapat belajar dari Kaka yang sudah memenangi Liga Champions, kejuaraan dunia, dan Bola Emas.

Diterbitkan 26 November 2013, 13:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Legenda AC Milan Zvonimir Boban melontarkan kritik keras kepada Mario Balotelli. Boban menyebut Balotelli tak memiliki kontribusi kepada Rossoneri. Bahkan, Balotelli disebutnya hanya cocok sebagai pembawa tas untuk tim.

"Mari berhenti bicara tentang Balotelli. Dalam hidupnya, dia tak melakukan apapun selain di bangku cadangan," kata Boban dalam wawancara dengan Calciomercato, Selasa (26/11/2013).

Mantan gelandang asal Kroasia itu menilai Balotelli tak pernah mengerti makna seragam merah hitam merah. Seharusnya Balotelli dapat belajar dari Kaka yang sudah memenangi Liga Champions, kejuaraan dunia, dan Bola Emas. "Dia tak pernah memahami arti memakai seragam Milan. Sikapnya yang pemalas dan bertindak seperti anak-anak," ujarnya.

Boban bahkan menyatakan, jika Balotelli bermain di jamannya, maka dia tak akan pernah masuk tim utama Milan. "Balotelli hanya akan menjadi pembawa tas ke Van Basten, Weah, dan Sheva," ujarnya.

"Kalau dia datang terlambat, maka dia akan ditampar Maldini, Desailly, Rossi, Costacurta, dan Baresi," tutupnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tempat Menonton Prancis vs Swedia di Piala Dunia 2026

Arry Anggadha, Ary Tim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Mario Balotelli adalah pemain sepak bola profesional Italia yang bergabung dengan klub Liga Premier Italia dan tim nasional Italia.
    Mario Balotelli adalah pemain sepak bola profesional Italia yang bergabung dengan klub Liga Premier Italia dan tim nasional Italia.
    Mario Balotelli
  • AC Milan adalah salah satu klub tersukses di Serie A Italia dengan raihan 18 trofi
    AC Milan adalah klub sepak bola Italia dengan sejarah panjang prestasi, namun saat ini menghadapi masa transisi dan tantangan di bursa transfer serta penentuan pelatih baru.
    AC Milan
  • Zvonimir Boban