5 Tim Kuda Hitam di Panggung Liga Champions

Sebanyak 32 tim berhak berpartisipasi di fase penyisihan grup Liga Champions. Lima di antaranya pantas dijadikan kuda hitam.

Diterbitkan 17 September 2013, 13:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Basel (Grup E)
Dua unggulan di grup ini adalah Chelsea (pot pertama) dan Schalke 04 (pot kedua). Basel yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga—satu tim lainnya adalah Steaua Bucuresti—tak diragukan mempunyai peluang besar untuk meraih tiket dua terbaik grup.

Di musim lalu, skuat asuhan Murat Yakin sukses mempecundangi klub kuat Liga Premier, Tottenham Hotspur di perempat final. Bahkan, di babak semifinal, Basel sempat membuat ketar-ketir Chelsea. Pemain yang diandalkan Murat Yakin adalah pemain sayap kiri, Valentin Stocker, gelandang kanan Fabian Frei dan penyerang muda berbakat asal Mesir Mohamed Salah yang telah mencetak 17 gol dari 24 partai bersama The Pharaohs.

4. Napoli (Grup F)
Napoli tergabung dalam grup neraka (F) bersama-sama tiga klub kuat lainnya: Arsenal, Borussia Dortmund, dan Marseille. Namun, dengan kehadiran pelatih baru dalam diri Rafael Benitez yang mempunyai pengalaman segudang di kancah Eropa, kehadiran Partenopei tak bisa dipandang sebelah mata.

Apalagi, Benitez terbilang sukses mendatangkan sejumlah pemain baru yang berkualitas guna menambah ketajaman dan kesolidan Marek Hamsik dkk, yaitu bomber dan winger Real Madrid, Gonzalo Higuain dan Jose Callejon, plus kian gemilangnya penampilan striker muda Italia Lorenzo Insigne. Faktor Stadio San Paolo yang kerap jadi neraka bagi tim tamu bakal sangat menentukan perjalanan Napoli.

5. Celtic (Grup H)
Membutuhkan sedikit keajaiban bagi Celtic guna lolos ke babak penyisihan grup seusai tampil habis-habisan di fase play-off menghadapi wakil Kazakhstan, Shakhter Karagandy. Hasil drawing pun tak memihak skuat asuhan Neil Lennon. Celtic, juara Liga Champions 1966-1967 tergabung dalam Grup H alias Grup Juara, mengingat tiga tim lainnya pun sama-sama mantan jawara Liga Champions: Barcelona, AC Milan, dan Ajax Amsterdam.

Namun, kiprah Georgios Samaras dkk pantas diperhatikan. Musim lalu, Celtic tampil mengejutkan dengan mengalahkan Barcelona 2-1 di Celtic Park. Nyaris tak memiliki bintang dan komposisi materi pemain dinilai sebagai yang terlemah di Grup H, Celtic justru bisa menjadi batu sandungan. Tidak hanya bagi Barcelona, tapi juga Milan dan Ajax.
(bek)

Baca juga:
* <a href="http://bit.ly/1aOZOff">Mantan Pacar Balotelli Diundang Khusus untuk Buyarkan Konsentrasi</a>
* <a href="http://bit.ly/197DS8e">Inilah Legenda MU yang Tampil Lawan Indonesia RED</a>
* <a href="http://bit.ly/17FioSk">Moyes Tak Bisa Jamin Young Berhenti Diving</a>
* <a href="http://bit.ly/16eLEfS">Liverpool Ditahan Imbang Swansea, Siapa Saja Cetak Gol?</a>
* <a href="http://bit.ly/16zqXym">Ini Dia Rahasia 'Helm' Rooney Saat Lawan Crystal Palace</a>
* <a href="http://bit.ly/16w3zlf">Van Persie Mendengar Bisikan yang Sangat Mengganggu</a>
* <a href="http://bit.ly/14YMPzN">Januzaj, Pujaan Baru Publik Old Trafford</a>

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
BekTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan