Liputan6.com, Jakarta - Timnas voli putri Indonesia menuntaskan AVC Women's Continental 2026 dengan menduduki peringkat kelima. Torehan tersebut melampaui target yang ditetapkan PP PBVSI.
Marcos Sugiyama memiliki catatan set lebih baik atas Korea Selatan (7-6 berbanding 6-8) pada klasemen akhir kompetisi, setelah sama-sama memiliki rapor 2 menang dan 2 kalah.
Angka tersebut tidak lepas dari hasil perempat final. Indonesia kalah 1-3 dari Iran, dengan Korea Selatan menyerah 0-3 di hadapan Thailand.
Sebelum berangkat ke turnamen di Tianjin, PBVSI menargetkan timnas voli putri Indonesia mampu menembus enam besar AVC Women's Continental 2026.
Manajer timna putri Luciana Taroreh berharap pengalaman menghadapi tim-tim Asia selama turnamen dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan skuad Merah Putih.
Perbaikan konsistensi permainan dan pengurangan kesalahan sendiri menjadi dua hal yang akan mendapat perhatian dalam persiapan berikutnya.
Luciana juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus mendukung perjuangan Garuda Pertiwi selama tampil di China.
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi tim untuk terus berkembang dan meraih hasil yang lebih baik di masa mendatang," katanya.
Â
Â
Tumbang dari Iran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330736/original/012941300_1787415961-2026-08-22_0368.jpg)
Indonesia kalah 1-3 dari Iran pada perempat final di Tianjin Olympic Center Gymnasium, China, Jumat (28/8/2026). Indonesia merebut set pertama 25-19, sebelum Iran membalikkan keadaan melalui kemenangan 25-16, 25-12, dan 25-17 pada tiga set berikutnya.
Luciana mengatakan hasil akhir itu tidak mengurangi apresiasi terhadap perjuangan para pemain selama turnamen.
"Kami tetap mengapresiasi perjuangan seluruh pemain yang sudah berusaha maksimal menghadapi Iran. Tim sudah berupaya memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan," kata Luciana pada keterangan PBVSI.
Menurut Luciana, perbedaan utama dalam pertandingan melawan Iran terlihat pada kemampuan menjaga permainan ketika memasuki poin-poin penting.
Â
Pelajaran Penting Timnas Putri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330735/original/093802000_1787415960-2026-08-22_0335.jpg)
Iran dinilai mampu mempertahankan ritme lebih baik, sedangkan Indonesia masih kerap kehilangan momentum akibat permainan yang belum stabil.
"Permainan Iran lebih konsisten pada momen-momen penting. Sementara itu, tim kami masih perlu meningkatkan konsistensi permainan dan meminimalkan unforced errors agar dapat bersaing lebih baik di level ini," ujarnya.
Luciana menilai pertandingan tersebut memberikan pelajaran penting bagi tim untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
"Kekalahan 1-3 adalah pengalaman berharga yang diperoleh para pemain selama turnamen. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dan mempersiapkan tim dengan lebih baik untuk pertandingan berikutnya," katanya.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334903/original/053454000_1787904698-HOAX__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330651/original/099718100_1787397685-2026-08-22_0338.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330736/original/012941300_1787415961-2026-08-22_0368.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304691/original/074449600_1784733398-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_9.58.03_PM__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330651/original/099718100_1787397685-2026-08-22_0338.jpg)