Loncat Indah Indonesia Mantapkan Persiapan Asian Games 2026, Kejurnas Akuatik Jadi Acuan Penting

Meskipun menanti kepastian pemerintah, Loncat Indah Indonesia tetap siapkan atlet terbaiknya untuk Asian Games 2026 dengan hasil Kejurnas Akuatik menjadi acuan.

OlehThomas
Diterbitkan 07 Mei 2026, 12:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Meskipun meraih medali masih menjadi tantangan berat, peluang untuk mencapai posisi enam besar tetap terbuka lebar. Strategi yang diterapkan adalah fokus pada peningkatan teknik, fisik, dan terutama kematangan mental atlet.

“Kalau di Asian Games, kita masih cukup berat. Untuk bersaing di podium memang belum mudah, tapi untuk enam besar masih terbuka peluang,” katanya.

Kematangan mental atlet dianggap krusial dan harus dibentuk melalui pengalaman bertanding di berbagai kompetisi internasional. Semakin sering atlet berkompetisi di kancah global, semakin matang mental mereka dalam menghadapi tekanan.

“Secara teknik dan fisik kita bisa bersaing, tapi mental itu harus dibentuk lewat pertandingan. Makin sering ikut kompetisi internasional, makin matang mental atlet,” ujarnya.

Beberapa atlet yang diproyeksikan untuk ajang ini antara lain Gladies Lariesa Garina Haga Kore dan Linar Betiliana. Keduanya baru saja meraih medali perunggu pada nomor sinkronisasi putri di SEA Games 2025 Thailand, menunjukkan potensi besar untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

Kejurnas Akuatik 2026: Ajang Pemetaan dan Seleksi Atlet

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, menjadi barometer penting bagi pembinaan loncat indah nasional. Ajang ini berperan sebagai sarana pemetaan kekuatan dan penjaringan talenta.

Dari hasil Kejurnas ini, akan disusun peringkat dan daftar panjang (long list) atlet yang berpotensi. Atlet-atlet dalam daftar tersebut akan dipantau secara intensif dan dipersiapkan untuk berbagai ajang internasional, termasuk Asian Games 2026.

Kejurnas Akuatik 2026 diikuti oleh 84 atlet loncat indah dan 119 atlet renang artistik dari 24 provinsi di Indonesia, menunjukkan antusiasme dan potensi besar di seluruh pelosok negeri. Acara ini berlangsung hingga 7 Mei 2026.

Selain sebagai acuan untuk Asian Games, Kejurnas ini juga berfungsi sebagai ajang seleksi untuk Kejuaraan SEA Age ke-48 yang akan digelar di Malaysia pada November mendatang. Dinamika menarik terlihat dengan munculnya bibit-bibit muda yang mulai menunjukkan potensi mengancam dominasi atlet senior.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan