NOC Indonesia Perkuat Lingkungan Aman Atlet dengan Hadirkan Safeguarding di Kejurnas Akuatik 2026

NOC Indonesia meluncurkan program safeguarding di Kejurnas Akuatik 2026, menandai komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan olahraga yang aman dan inklusif bag

OlehThomas
Diterbitkan 05 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga pada pembentukan ekosistem yang suportif. Dengan demikian, atlet dapat fokus pada peningkatan performa tanpa harus khawatir akan potensi ancaman atau perlakuan tidak pantas. Program ini menjadi fondasi penting untuk masa depan olahraga Indonesia yang lebih baik.

Peran Vital Safeguarding Officer dan Implementasi Program

Untuk memastikan efektivitas program, NOC Indonesia menempatkan Safeguarding Officer resmi yang siap mendampingi atlet selama kompetisi. Salah satu sosok penting di balik implementasi ini adalah Tabitha Charmaine Sumendap, Safeguarding Officer NOC Indonesia sekaligus anggota Komisi Sports for All. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal yang strategis untuk memperkenalkan konsep safeguarding secara lebih dekat kepada seluruh komunitas olahraga, dari atlet hingga ofisial.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap atlet dapat berlatih dan bertanding dalam lingkungan yang aman dan suportif. Kehadiran kami di Kejurnas ini adalah bentuk komitmen untuk mulai membangun awareness, membuka ruang dialog, dan menunjukkan bahwa safeguarding itu hadir, nyata, dan dapat diakses,” ujar Tabitha.

Pendekatan yang diterapkan oleh para Safeguarding Officer bersifat fleksibel dan adaptif, jauh dari kesan kaku. Mereka berinteraksi langsung dengan atlet dan pelatih, membangun kepercayaan melalui komunikasi yang terbuka dan suportif. Kehadiran mereka di lapangan bukan hanya sebagai pengawas, melainkan sebagai teman dan pelindung yang siap mendengarkan dan membantu jika terjadi masalah. Ini adalah upaya nyata untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua.

Melalui interaksi personal ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya safeguarding dapat tertanam kuat di benak setiap individu yang terlibat dalam olahraga. Ini juga menjadi sarana edukasi yang efektif untuk mengenalkan hak-hak atlet dan prosedur pelaporan jika mereka menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Keberadaan Safeguarding Officer menjadi pilar utama dalam mewujudkan lingkungan olahraga yang benar-benar aman dan inklusif.

Komitmen Jangka Panjang dan Dukungan Federasi

NOC Indonesia telah menunjukkan komitmen serius dalam perlindungan atlet sejak November 2024, dengan membentuk Komisi Atlet dan menyiapkan pedoman safeguarding yang komprehensif. Program ini selaras dengan arahan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA) mengenai safe sport for athletes, menunjukkan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat dalam mengikuti standar internasional. Implementasi awal program safeguarding untuk kontingen Indonesia bahkan sudah dimulai pada Asian Youth Games (AYG) Bahrain 2025 yang berlangsung pada 22-31 Oktober 2025.

Sebagai bagian dari pengembangan program, NOC Indonesia sedang menyusun standar prosedur pelaporan dan perlindungan atlet yang mengalami kekerasan atau pelecehan. Prosedur ini akan didiskusikan dan diterapkan di setiap cabang olahraga, memastikan adanya mekanisme yang jelas dan responsif. Selain itu, program ini juga mencakup penyusunan kode etik bagi atlet, pelatih, dan asisten pelatih, untuk membangun standar perilaku yang diharapkan di lingkungan olahraga.

NOC Indonesia juga menjamin perlindungan penuh bagi pelapor melalui sistem safeguarding yang telah dibentuk sejak tahun 2024, menciptakan rasa aman bagi mereka yang berani menyuarakan masalah. Pada April 2026, komitmen ini diperkuat dengan penerapan safeguarding waiver form resmi untuk seluruh personel yang terakreditasi pada Asian Beach Games 2026. Inisiatif safeguarding ini mendapat apresiasi positif dari Pengurus Besar Akuatik Indonesia, dengan Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science, Wisnu Wardhana, yang menilai safeguarding sebagai elemen vital dalam pembinaan atlet jangka panjang.

“Prestasi tidak hanya dibangun dari aspek teknik dan fisik, tetapi juga dari rasa aman dan nyaman atlet. Kehadiran safeguarding dari NOC Indonesia di Kejurnas ini menjadi langkah positif untuk memastikan pembinaan berjalan secara holistik, melindungi atlet sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem olahraga,” ungkap Wisnu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan