Momen Unik Piala Dunia: Misteri Ronaldo di Final 1998

Kisah misterius di balik performa Ronaldo pada final Piala Dunia 1998 masih menjadi perbincangan.

Diterbitkan 25 April 2026, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Performa Lesu dan Teori Konspirasi

Selama pertandingan, Ronaldo tampak lesu dan tidak seperti biasanya. Ia jarang menyentuh bola di babak pertama dan mudah dilacak oleh bek Prancis, Frank Leboeuf. Ronaldo juga terlibat dalam tabrakan keras dengan kiper Fabien Barthez di awal pertandingan, yang semakin menunjukkan bahwa ia tidak dalam kondisi terbaiknya.

Meskipun demikian, Ronaldo bermain penuh selama 90 menit, namun Brasil harus menelan kekalahan telak 3-0 dari Prancis. Setelah pertandingan, Zagallo mengakui bahwa kekhawatiran atas kondisi Ronaldo secara psikologis memengaruhi timnya.

Pasca-pertandingan, berbagai teori konspirasi muncul, yang paling menonjol adalah tuduhan bahwa Nike menekan Brasil untuk memainkan Ronaldo karena kesepakatan sponsor senilai 105 juta pounds dengan Federasi Sepak Bola Brasil (CBF). Nike dengan cepat dan tegas membantah tuduhan tersebut dan tidak pernah terbukti melakukan hal yang tidak pantas.

Penyelidikan dan Penebusan sang Fenomena

Dokter tim, Lídio Toledo, menyatakan bahwa Ronaldo pingsan dan kemudian beristirahat, dan ia merasa lebih baik setelahnya. Namun, surat kabar Brasil O Globo melaporkan bahwa keputusan untuk memainkan Ronaldo diambil alih dari Zagallo dan Toledo oleh Ricardo Teixeira, kepala CBF.

Sebuah penyelidikan di kongres nasional Brasil mengungkapkan detail lebih lanjut mengenai kejang yang dialami Ronaldo. Profesor Alex Caetano de Barros, yang dipekerjakan oleh klub Ronaldo, Inter Milan, menyatakan bahwa membiarkan Ronaldo bermain adalah "kesalahan mutlak" karena 24 jam setelah kejang adalah waktu paling mungkin untuk kambuh.

Meskipun kontroversi ini, Ronaldo akhirnya mendapatkan penebusan di Piala Dunia 2002. Ia mencetak gol-gol penting yang membantu Brasil mengalahkan Jerman di final, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa dan menghapus bayang-bayang insiden 1998. Kisah ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap edisi Piala Dunia, termasuk Piala Dunia 2026, drama dan kejutan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari turnamen akbar ini.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan