Liverpool Tersingkir dari Liga Champions, Wayne Rooney Kritik Minimnya Kepemimpinan di Skuad The Reds

Wayne Rooney mengkritik sikap para pemain senior Liverpool setelah dikalahkan PSG dan tersingkir dari Liga Champions.

Diterbitkan 15 April 2026, 15:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Legenda sepak bola Inggris, Wayne Rooney, melontarkan kritik terhadap sikap para pemain senior Liverpool setelah tersingkir dari Liga Champions. Rooney mempertanyakan mengapa para pemain kunci tidak tampil memberikan wawancara pasca-pertandingan usai kekalahan telak dari PSG.

Liverpool datang ke leg kedua perempat final di Anfield dengan misi berat membalikkan defisit dua gol setelah kekalahan di leg pertama di Prancis. Namun, harapan itu pupus setelah dua gol telat dari Ousmane Dembele memastikan PSG menang agregat 4-0 dan melangkah ke semifinal.

Kekalahan tersebut memastikan pasukan Arne Slot mengakhiri musim tanpa gelar. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi The Reds, yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu kandidat juara.

Keherananan Rooney

Menariknya, yang tampil memberikan wawancara usai laga justru bek tengah Ibrahima Konate. Keputusan ini memicu keheranan Rooney, yang menilai seharusnya sosok pemimpin tim yang tampil di momen krusial seperti ini.

“Saya cukup terkejut melihat dia yang berbicara. Saya bahkan jarang melihat Konate melakukan wawancara. Akan lebih baik jika salah satu pemimpin tim yang muncul, karena ketika tersingkir dari kompetisi, publik ingin mendengar langsung dari sosok pemimpin,” ujar Rooney.

Mantan striker Manchester United itu juga menilai timing kehadiran Konate kurang tepat. Menurutnya, tanggung jawab komunikasi di momen sulit seharusnya diemban oleh pemain yang lebih senior dan berpengaruh di ruang ganti.

Meski gagal di Eropa, peluang Liverpool untuk kembali tampil di Liga Champions musim depan masih terbuka. Dengan enam pertandingan tersisa di Premier League, mereka masih berada di jalur untuk mengamankan tiket ke kompetisi elit tersebut.

Sisi Positif Kekalahan Liverpool

Konate sendiri mencoba melihat sisi positif dari kekalahan ini. Ia menilai performa tim melawan PSG, yang disebutnya lebih kuat dibanding musim lalu, bisa menjadi modal untuk bangkit di sisa musim.

“Banyak hal terjadi dan kami tidak boleh melupakannya. Melawan PSG yang lebih baik dari musim lalu, kami menunjukkan performa yang bisa dibangun ke depan. Ini menunjukkan seberapa bagus kami sebenarnya,” ujar Konate.

Ia juga menegaskan bahwa tampil di Liga Champions merupakan standar minimum bagi Liverpool. Oleh karena itu, ia dan rekan-rekannya bertekad memberikan segalanya dalam enam laga tersisa demi memastikan target tersebut tercapai.

“Kami punya enam pertandingan lagi dan harus memberikan segalanya di setiap laga,” tegasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Barcelona Amankan Wonderkid Klub Belgia, Karim Adeyemi Segera Diresmikan

Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua Eropa
    Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua Eropa
    Liga Champions
  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool
  • Klub sepak bola asal Perancis yang dibuat pada tahun 1970 dan berbasis di Paris.
    Paris Saint-Germain (PSG) merupakan klub sepak bola asal Perancis yang dibuat pada tahun 1970 dan berbasis di Paris.
    PSG
  • Wayne Rooney adalah pemain sepak bola profesional Inggris, dan kapten kedua Manchester United dan timnas Inggris.
    Wayne Rooney adalah pemain sepak bola profesional Inggris, dan kapten kedua Manchester United dan timnas Inggris.
    Wayne Rooney
  • Ibrahima Konate