Gagal di AC Milan tak Membuat Charles de Ketelaere Kapok: Saya tak Menyesalinya

Charles De Ketelaere gagal di AC Milan, tapi tetap tak menyesal pindah dari Club Brugge. Ini pengakuannya soal kepindahannya ke Milan.

Diterbitkan 30 Maret 2026, 17:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kedatangan Charles De Ketelaere ke AC Milan sempat memicu ekspektasi tinggi dari publik San Siro. Ia direkrut pada musim panas 2022 setelah Rossoneri meraih Scudetto dengan penuh kejutan.

Pemain asal Belgia itu didatangkan dari Club Brugge dengan nilai transfer yang mencapai 35 juta euro. Kontrak berdurasi lima musim pun langsung disodorkan sebagai bentuk kepercayaan besar klub kepadanya.

Saat itu, De Ketelaere dianggap sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa. Banyak yang berharap ia bisa menjadi bagian penting dalam proyek jangka panjang Milan untuk mempertahankan dominasi.

Namun, perjalanan sang pemain di Italia ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Alih-alih bersinar, ia justru kesulitan menemukan performa terbaiknya sejak awal musim.

Harapan Tinggi yang Berubah Jadi Tekanan Berat

Ekspektasi besar yang datang bersamaan dengan status juara bertahan membuat situasi di Milan tidak mudah. De Ketelaere datang di momen ketika klub dituntut untuk langsung tampil konsisten di level tertinggi.

Tekanan tersebut ternyata berdampak besar pada performanya di lapangan. Ia kesulitan beradaptasi dengan ritme permainan Serie A yang dikenal taktis dan intens.

Kesempatan bermain memang tetap ia dapatkan sepanjang musim. Namun, kontribusinya sangat minim jika dibandingkan dengan harapan awal yang begitu tinggi.

Dari total 40 penampilan di semua kompetisi, ia hanya mampu mencatatkan satu assist. Catatan itu jelas jauh dari ekspektasi untuk pemain dengan harga mahal dan reputasi besar.

Pengakuan Jujur: Tak Ada Penyesalan Gabung Milan

Meski gagal memenuhi ekspektasi di Milan, De Ketelaere menegaskan bahwa ia tidak pernah menyesali keputusannya pindah. Pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dalam perkembangan kariernya.

Setelah masa sulit itu, ia dipinjamkan ke Atalanta sebelum akhirnya dipermanenkan. Di klub barunya, ia mulai menemukan kembali performa terbaiknya.

Ia juga mengakui bahwa ada hal yang seharusnya ia lakukan berbeda saat pertama datang ke Italia. Salah satunya adalah soal kepercayaan diri yang sempat kurang.

“Saya masih tidak menyesali kepindahan dari Club Brugge ke Milan. Mungkin saat itu seharusnya saya lebih percaya diri, tetapi seiring waktu saya telah belajar banyak. Gaya bermain Gasperini di Atalanta membantu perkembangan saya. Saya rasa dalam formasi 3-4-3 atau 3-5-2, kualitas saya akan terlihat paling maksimal," bebernya pada Nieuwsblad, via SempreMilan.

(SempreMilan)

Klasemen Liga Italia

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Norwegia vs Inggris Sudah Mulai, Dapatkan Link Live Streaming Piala Dunia 2026

Dimas Ardi PrasetyaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan