Chelsea Lebih Baik Tanpa Cole Palmer? Inilah Faktanya

Chelsea justru memenangkan 73 persen pertandingan ketika Cole Palmer tidak bermain, berbanding terbalik dengan hanya 24 persen kemenangan saat ia tampil.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 23:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Namun musim ini, performanya mengalami penurunan. Sejak pulih dari cedera pangkal paha pada Desember, Palmer mencatatkan tujuh gol dan tiga assist dalam 16 laga. Empat gol di antaranya berasal dari titik penalti.

Artinya, kontribusi open play-nya tidak setajam dua musim sebelumnya.

Perbedaan pendekatan taktik juga berpengaruh. Jika Pochettino mampu memaksimalkan kebebasan Palmer, penerusnya belum sepenuhnya menemukan formula yang sama. Kini, di bawah arahan Liam Rosenior, tantangan terbesar adalah menghidupkan kembali versi “ice-cold” Palmer musim 2023/24.

Jadi, Apa Jawabannya?

Versi terbaik Chelsea bukanlah tim tanpa Palmer. Versi terbaik Chelsea adalah sistem yang berfungsi sempurna dengan Palmer dalam kondisi fisik dan mental prima sebagai pusatnya.

Pemain dengan kualitas seperti Palmer terlalu langka untuk diabaikan. Namun jika performanya terus stagnan, ia berisiko mengalami nasib serupa seperti Dele Alli di Spurs, satu musim fenomenal diikuti penurunan perlahan.

Chelsea sudah membuktikan potensinya di ajang Piala Dunia Antarklub. Dengan Palmer dalam performa terbaik serta tambahan kualitas Joao Pedro, mereka bahkan mampu menyingkirkan PSG dengan meyakinkan di fase gugur Liga Champions.

Kini, kunjungan ke Paris pekan depan akan menjadi ujian sesungguhnya. Jika Palmer bisa kembali menyatu dengan sistem dan Chelsea tampil solid sebagai kolektif, The Blues bukan hanya kompetitif, mereka bisa kembali menjadi penantang serius di Eropa.

Sepak bola memang cepat berubah. Dan di Stamford Bridge, evolusi itu sedang berlangsung di depan mata.

Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan