Liam Rosenior Tak Ingin Ubah Banyak Hal, Percaya Chelsea Sudah di Jalur Tepat

Liam Rosenior menegaskan dirinya tidak melihat urgensi untuk melakukan perubahan besar dalam pendekatan permainan Chelsea.

Diterbitkan 11 Januari 2026, 17:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di balik skor mencolok, Rosenior menyadari kemenangan 5-1 sedikit menutupi jalannya laga. Namun masuknya pemain-pemain seperti Liam Delap, Pedro Neto, Enzo Fernandez, dan Estevao Willian di babak kedua membuat Chelsea tampil jauh lebih dominan menghadapi tim tuan rumah yang mulai kelelahan.

Kemenangan Bersejarah

Kemenangan ini mencatatkan sejarah tersendiri. Rosenior menjadi manajer Chelsea pertama yang memenangkan laga debutnya sejak Antonio Conte pada Agustus 2016, sekaligus menghadirkan margin kemenangan terbesar di laga perdana sejak era Luiz Felipe Scolari pada 2008.

Sejumlah pemain mendapat pujian khusus, termasuk Marc Guiu yang mencetak gol, serta Jorrel Hato yang tampil impresif di lini belakang. Bek muda asal Belanda itu bahkan membuka skor dan beberapa kali melakukan pergerakan inverted ke area tengah, peran yang musim lalu diisi Marc Cucurella.

Hato, yang didatangkan dari Ajax dengan nilai transfer mencapai £37 juta, sempat kesulitan beradaptasi. Namun performanya meningkat pesat dalam beberapa laga terakhir.

“Saya terkesan dengannya saat melawan Fulham, dan hari ini dia meningkat ke level yang lebih tinggi, baik menyerang maupun bertahan,” puji Rosenior.

Meski demikian, Chelsea masih dibayangi kekhawatiran cedera setelah Cole Palmer, Reece James, dan Malo Gusto absen akibat benturan di laga sebelumnya. Tantangan berat pun sudah menanti, mulai dari Arsenal di semifinal Piala Liga hingga rangkaian laga krusial di liga.

Ujian Berat Rosenior

Mantan winger Chelsea, Pat Nevin, menilai periode ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Rosenior. “Dia akan dinilai dari laga melawan tim-tim besar seperti Arsenal, Manchester City, Liverpool, dan Aston Villa. Bulan ini akan sangat menentukan,” katanya.

Di luar lapangan, atmosfer di tribun Stamford Bridge masih panas. Aksi protes suporter terhadap kepemilikan klub terus berlanjut, bahkan terdengar nyanyian bernada desakan agar tim bermain lebih agresif. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Rosenior, yang berpotensi dicap sebagai ‘orang dalam’ manajemen.

Menanggapi hal tersebut, Rosenior memilih fokus pada pekerjaannya. “Yang bisa saya lakukan adalah bekerja sekeras mungkin untuk membantu tim ini mencapai potensi terbaiknya. Jika kami fokus dan konsisten, saya yakin orang-orang akan melihat bahwa kami berada di arah yang benar,” tutupnya.

Sumber: Football London

Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan