Suara Frustrasi Alvaro Morata: Situasi Sulit Sang Penyerang Como

Morata cedera saat Como menghadapi Inter dan mengungkap frustrasi mendalam atas situasi sulit yang ia alami, termasuk kans ke Piala Dunia 2026.

Diterbitkan 09 Desember 2025, 04:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Alvaro Morata mengalami situasi rumit ketika Como menghadapi Inter Milan. Penyerang asal Spanyol itu meninggalkan lapangan lebih awal setelah merasakan nyeri pada odot aductor kirinya. Momen itu mempertegas periode sulit yang tengah ia jalani musim ini.

Cedera terjadi di sisi kiri pertahanan Inter ketika Morata berusaha melepaskan diri dari tekanan Dimarco dan Thuram. Usahanya terhenti setelah ia tiba-tiba merasakan ketidaknyamanan dan jatuh ke rumput.

Pukulan ini datang ketika ia masih mencoba menata performanya sejak bergabung pada musim panas, sekaligus menghadapi tekanan terkait peluangnya kembali ke Timnas Spanyol.

Cedera di Laga Kontra Inter

Morata merasakan masalah otot saat mencoba menghindari tekanan dari pemain Inter. Berada di dekat bendera sudut, ia kehilangan keseimbangan dan langsung memegangi aductor kirinya. Kondisinya membuat tim medis tidak punya banyak pilihan selain memberi sinyal untuk pergantian.

Pada menit ke-32, Cesc Fabregas memasukkan Douvikas untuk menggantikan Morata. Sejak kedatangannya ke Como, ia masih belum mencetak gol, dan cedera ini menambah panjang persoalan yang harus ia hadapi.

Beberapa jam setelah pertandingan, Morata mengungkapkan kondisi emosionalnya melalui unggahan di media sosial, menegaskan bahwa bukan hanya fisik yang terganggu.

“Ketika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang diharapkan, ketika Anda memberikan yang terbaik tetapi tidak bisa mencapai tempat yang Anda inginkan, rasa frustrasi itu menekan. Dan sekarang ditambah lagi dengan cedera ini.”

Kondisi Berat di Tengah Ambisi Piala Dunia

Morata memasang target tampil di Piala Dunia 2026. Namun, peluang itu makin mengecil setelah ia tidak masuk daftar pemanggilan Luis de la Fuente dalam beberapa kesempatan terakhir. Persaingan di lini depan Spanyol juga makin ketat.

Oyarzabal kini menjadi pilihan utama, sementara Borja Iglesias dan Samu dianggap lebih berpeluang dari bangku cadangan. Selain itu, performa menanjak Ferran Torres di Barcelona membuat pos penyerang tengah semakin kompetitif.

Di tengah tekanan tersebut, Morata menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan yang ia terima dari lingkungan terdekatnya di Como.

“Namun bahkan dalam momen seperti ini saya merasa beruntung: karena rekan-rekan saya, klub saya, dan basis fans yang luar biasa… Untuk semua orang hebat yang belakangan ini terasa seperti keluarga saya sendiri. Saya bangga menjadi bagian dari Como.”

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Piala AFF Bukan Kalender FIFA, John Herdman Pastikan Luke Vickery Absen Bela Timnas Indonesia

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Liga Italia
  • Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A
  • Como 1907 merupakan klub sepak bola asal Italia yang diakusisi pengusaha asal Indonesia, Bambang dan Budi Hartono pada tahun 2019
    Como 1907 merupakan klub sepak bola asal Italia yang diakusisi pengusaha asal Indonesia, Bambang dan Budi Hartono pada tahun 2019
    Como 1907
  • Álvaro Morata adalah seorang pemain bola profesional di klub Real Madrid
    Álvaro Morata adalah seorang pemain bola profesional di klub Real Madrid
    Alvaro Morata
  • Tim Nasional Spanyol merupakan negara pertama yang berhasil memenangkan gelar EURO secara back-to-back pada 2008 dan 2012
    Tim Nasional Spanyol merupakan negara pertama yang berhasil memenangkan gelar EURO secara back-to-back pada 2008 dan 2012
    Timnas Spanyol