Dari 36 Tim Jadi 48 Tim, Kenapa Jumlah Negara Peserta Piala Dunia 2026 Bertambah?

Penjelasan lengkap tentang cara kerja format baru Piala Dunia 2026 dengan 48 tim, termasuk pembagian grup, babak gugur, dan alasan ekspansi.

Diterbitkan 05 Desember 2025, 22:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 akan menjadi titik balik besar dalam sejarah sepak bola internasional. Untuk pertama kalinya, turnamen ini akan menghadirkan 48 tim nasional dalam satu edisi. Perhelatan raksasa tersebut akan digelar di tiga negara sekaligus: Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.

Ekspansi ini merupakan ide yang telah lama dieksplorasi FIFA, sekaligus menjadi uji coba terbesar bagi desain baru turnamen. Dengan cakupan geografis yang lebih luas, penyelenggaraan bersama ini diharapkan memperkaya pengalaman penonton dan membuka peluang lebih besar bagi berbagai wilayah.

Meski skala turnamen menjadi sorotan, perubahan paling signifikan justru terletak pada format kompetisinya. Struktur baru tersebut akan menentukan ritme, intensitas, dan dinamika persaingan sepanjang turnamen.

Format Baru: Lebih Banyak Grup dan Tim

Ekspansi menjadi 48 tim mengubah total struktur Piala Dunia. Turnamen akan dibagi ke dalam 12 grup berisi empat negara. Dua tim teratas dari setiap grup akan melaju otomatis, delapan tim peringkat ketiga terbaik juga ikut lolos. Skema ini membentuk fase gugur baru yang akan diikuti 32 tim.

Model ini dirancang untuk mengurangi risiko hasil yang sengaja diatur pada laga terakhir fase grup. Dengan peluang lolos yang lebih terbuka, setiap pertandingan memegang bobot besar dan semakin sulit dimanipulasi. Alurnya membuat setiap tim harus tampil kompetitif sejak laga pertama.

Perubahan ini juga berdampak pada skala keseluruhan turnamen. Jumlah pertandingan meningkat dari 64 menjadi 104, dan durasi turnamen bertambah menjadi 39 hari. Penambahan waktu ini menciptakan rangkaian pertandingan yang lebih panjang dan intens.

Mengapa Harus 48 Tim?

Ekspansi ini bertujuan memperluas perkembangan sepak bola dunia. Dengan lebih banyak slot, negara-negara yang sebelumnya kesulitan lolos kini memiliki kesempatan lebih besar tampil di panggung terbesar. FIFA melihat langkah ini sebagai investasi jangka panjang terhadap pertumbuhan global olahraga ini.

Piala Dunia 2026 juga dimaksudkan untuk mendekatkan turnamen kepada wilayah-wilayah yang selama ini jarang terwakili. Melalui sistem baru, tim-tim dari berbagai belahan dunia bisa mendapatkan eksposur yang lebih adil. Harapannya, kompetisi menjadi lebih inklusif tanpa mengurangi kualitas pertandingan.

Pada akhirnya, edisi 2026 akan menjadi uji nyata bagi format berani ini. Dengan cerita baru, jumlah partisipasi yang lebih besar, dan jalur menuju trofi yang sepenuhnya berbeda, turnamen ini menjanjikan pengalaman yang tidak pernah terlihat sebelumnya.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Jordi Amat 100 Persen Optimistis Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan