Bencana Menyerang Sumatera, Pemain Persiraja Pulang ke Aceh Mencari Keluarga

Muammar Khadafi, pemain Persiraja, dilanda kecemasan mendalam setelah lima hari tak bisa kontak keluarga menyusul bencana Sumatera.

Diterbitkan 01 Desember 2025, 21:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Muammar Khadafi, gelandang andalan Persiraja Banda Aceh, tengah dilanda kecemasan mendalam setelah lima hari tidak dapat menghubungi keluarganya di Idi, Aceh Timur.  Kondisi ini terjadi pasca bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam sepekan terakhir.

Musibah tersebut menyebabkan lumpuhnya jaringan komunikasi. Ia bahkan belum menerima kabar sedikit pun dari anak, istri, maupun keluarga besarnya.

Hingga Minggu (30/11/2025), jaringan seluler di seluruh Aceh Timur masih tidak berfungsi, menyulitkan warga untuk memberi atau menerima informasi. Situasi ini membuat Muammar Khadafi tidak mengetahui kondisi terkini keluarganya, termasuk lokasi mereka mengungsi. Banjir di Aceh Timur sendiri termasuk yang terparah, dengan ribuan rumah terendam dan sejumlah desa terisolasi.

Merasa sangat khawatir, Muammar Khadafi akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke Aceh Timur pada hari itu juga. Tujuannya adalah untuk mencari keluarganya secara langsung, meskipun ia mengakui belum tahu harus memulai pencarian dari mana. Keputusan ini diambil di tengah masa libur tim Persiraja Banda Aceh.

Dampak Banjir dan Terputusnya Komunikasi di Aceh Timur

Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam sepekan terakhir telah menimbulkan dampak serius, terutama di Aceh Timur. Salah satu imbasnya adalah lumpuhnya jaringan komunikasi seluler yang membuat Muammar Khadafi, pemain Persiraja Banda Aceh, tidak dapat berkomunikasi dengan keluarganya selama lima hari. Kecemasan ini diperparah karena ia tidak mengetahui kondisi maupun lokasi pengungsian anak, istri, dan keluarga besarnya.

Kondisi di Aceh Timur dilaporkan sangat parah, dengan ribuan rumah terendam dan sejumlah gampong terisolasi dari akses luar. Kerusakan infrastruktur telekomunikasi menjadi salah satu kendala utama, sehingga warga setempat kesulitan untuk memberikan atau menerima informasi penting. Muammar mengungkapkan bahwa seluruh Aceh Timur tidak memiliki jaringan seluler yang berfungsi.

Faktor terputusnya komunikasi ini tidak hanya dialami Muammar Khadafi, tetapi juga banyak warga lain yang memiliki keluarga di daerah terdampak. Situasi ini menciptakan ketidakpastian dan kekhawatiran yang meluas. Muammar sendiri menyatakan, “Saya sudah lima hari tidak bisa komunikasi dengan anak, istri, dan keluarga di kampung. Seluruh Aceh Timur tidak ada jaringan. Tempat mengungsi pun saya belum tahu.”

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Karena tidak tahan dengan rasa cemas yang terus menghantuinya, Muammar Khadafi memutuskan untuk segera kembali ke Aceh Timur. Ia bertekad untuk mencari keberadaan keluarganya secara langsung, meskipun ia belum memiliki petunjuk pasti mengenai lokasi pencarian. Keputusan ini menunjukkan tingkat kepedulian dan ikatan emosional yang kuat terhadap keluarganya di tengah bencana.

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan