Liputan6.com, Jakarta Kylian Mbappe akhirnya resmi menerima penghargaan Sepatu Emas Eropa yang telah ia menangkan beberapa bulan lalu. Trofi itu diberikan sebelum laga Real Madrid melawan Valencia di Liga Spanyol.
Penyerang asal Prancis itu mencetak 31 gol liga musim 2024/2025. Raihan tersebut membuat namanya sejajar dengan legenda seperti Hugo Sanchez dan Cristiano Ronaldo.
Penghargaan bergengsi ini telah menjadi simbol supremasi pencetak gol terbaik di benua Eropa sejak 1967/1968. Nama-nama seperti Gerd Muller, Marco van Basten, hingga Lionel Messi pernah menorehkan sejarah serupa.
Musim 2025/2026 masih menghadirkan persaingan ketat dalam perburuan trofi ini. Saat ini Haaland tengah memimpin setelah tampil tajam bersama Manchester City.
Striker berusia 25 tahun itu telah mencetak 14 gol di Liga Inggris musim ini. Meski begitu, pemain lain dari liga top Eropa masih punya banyak waktu untuk mengejarnya.
Bagaimana Sistem Sepatu Emas Eropa Bekerja
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5399635/original/016116500_1761984630-Kylian_Mbappe-3.jpg)
Sepatu Emas Eropa tidak hanya dihitung dari jumlah gol semata. Sejak 1997, sistemnya menggunakan bobot poin berdasarkan tingkat kesulitan liga menurut koefisien UEFA.
Gol di lima liga top Eropa dikalikan dua poin, sementara liga peringkat 6–22 mendapat 1,5 poin. Gol dari liga di bawahnya hanya bernilai satu poin.
Dengan sistem ini, 28 gol milik Darko Lemajic dari klub Latvia, Rigas Futbola Skola bernilai 28 poin, sedangkan 14 gol Haaland juga bernilai 28 poin. Artinya, ada banyak pemain yang bisa saling menyalip.
Berikut 10 pemain calon peraih Sepatu Emas 2025/2026.
10. Nahir Besara (Hammarby IF, 17 gol – 25,5 poin)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1054770/original/086206300_1539601356-035217700_1447467756-sepak-bola.jpg)
Nahir Besara menjadi salah satu bintang utama di liga Swedia musim ini. Ia mencetak 17 gol untuk Hammarby IF yang kini duduk di peringkat dua klasemen.
Meski tampil gemilang, gol-golnya belum mampu membawa Hammarby juara. Klub milik Zlatan Ibrahimovic itu tertinggal cukup jauh dari Mjallby AIF yang secara mengejutkan merebut gelar.
Namun kontribusi Besara tetap luar biasa untuk pemain berusia 34 tahun. Ia menunjukkan konsistensi sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di Allsvenskan.
9. Kasper Hogh (Bodo/Glimt, 17 gol – 25,5 poin)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3141328/original/089590400_1591067292-200528_Sepak_bola01.jpg)
Kasper Hogh tampil tajam di Liga Norwegia musim ini. Ia menjadi pencetak gol terbanyak bersama dengan Daniel Karlsbakk.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5407544/original/064901700_1762746383-AP25305763923525.jpg)