Cedera Pubalgia Lamine Yamal dan Kritik Tajam untuk Departemen Medis Barcelona

Eks kiper Real Madrid Santi Canizares mengkritik penanganan cedera Lamine Yamal di Barcelona. Ia khawatir kondisi pubalgia sang bintang muda bisa memburuk.

Diterbitkan 30 Oktober 2025, 03:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Barcelona kembali menuai sorotan, kali ini terkait dengan penanganan cedera salah satu aset berharganya, Lamine Yamal. Kekhawatiran ini disampaikan secara terbuka oleh seorang legenda dari klub rival, menyoroti potensi risiko jangka panjang yang mengintai.

Eks penjaga gawang Real Madrid, Santi Canizares, secara khusus mengkritik manajemen pemulihan Yamal. Ia menilai langkah yang diambil Barcelona saat ini tidak ideal dan justru dapat memperburuk kondisi pemain berusia 18 tahun tersebut.

Kritik ini muncul di tengah perjuangan Yamal dengan cedera pangkal paha atau pubalgia yang telah berlangsung selama beberapa minggu. Cedera ini terlihat mengganggu performanya, termasuk dalam kekalahan 2-1 dari Real Madrid dalam laga El Clasico.

Kritik Pedas dari Rival Abadi

Canizares dengan tegas menyatakan bahwa Barcelona bukanlah lingkungan terbaik untuk proses pemulihan seorang pemain. Ia menyoroti tingginya angka cedera di klub, termasuk beberapa kasus kambuh, yang ia nilai lebih mengkhawatirkan daripada sekadar memberi Yamal waktu istirahat.

"Ini membuat saya lebih khawatir daripada sekadar memberikan Lamine istirahat satu atau dua kali," ujar Canizares dalam wawancaranya dengan Radio Marca.

Mantan kiper timnas Spanyol itu tidak hanya menyoroti kasus Yamal. Ia juga mencontohkan pola cedera berulang yang dialami oleh beberapa pemain lain seperti Gavi, Ansu Fati, dan Marc-Andre ter Stegen.

Canizares menyimpulkan bahwa staf medis Barcelona dinilainya tidak tepat dalam menangani pemulihan para pemain.

Kekhawatiran serupa turut disampaikan oleh eks penyerang Real Madrid lainnya, Alberto Bueno. Ia mengamati bahwa Yamal tidak tampil dalam kondisi 100% fit dan menyarankan langkah preventif.

Bueno menuturkan, "Saya tidak melihatnya dalam kondisi terbaik. Barcelona membutuhkan versi terbaiknya, tapi mungkin dia perlu istirahat sebentar."

Dampak Mengkhawatirkan Cedera Pubalgia

Cedera yang dialami Yamal, dikenal sebagai pubalgia, merupakan kondisi persisten di area pangkal paha yang sangat mempengaruhi kecepatan dan kelincahan seorang pemain.

Para ahli medis menjelaskan bahwa rasa sakitnya bisa hilang dan timbul, namun seringkali memburuk saat pertandingan intens, sehingga pemulihan penuh sulit tercapai tanpa istirahat yang cukup.

Sports traumatologist, Dr. Pedro Luis Ripoll, baru-baru ini mengungkapkan betapa seriusnya dampak cedera ini. Menurut penjelasannya, pubalgia dapat mengurangi kemampuan gerak dan kekuatan tembakan seorang pemain hampir hingga separuhnya.

Memaksakan pemain untuk kembali bermain sebelum benar-benar pulih hanya akan memperburuk keadaannya.

Barcelona dikabarkan telah mengatur beban latihan Yamal dengan hati-hati. Namun, dalam situasi dimana banyak pemain kunci seperti Raphinha, Ter Stegen, dan Gavi cedera, Yamal tetap diturunkan secara reguler.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Susana Kamar Ganti Timnas Indonesia Jelang Ladeni Singapura

Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan