Luciano Spalletti Tetapkan Syarat Wajib Sebelum Teken Kontrak Sebagai Pelatih Juventus

Luciano Spalletti menilai Juventus membutuhkan fondasi baru untuk benar-benar bangkit dari keterpurukan.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 19:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Juventus akan segera memulai era baru bersama pelatih berpengalaman, Luciano Spalletti. Namun, sebelum resmi menerima pinangan Bianconeri, eks pelatih Timnas Italia itu mengajukan satu permintaan penting: ia tidak ingin dikontrak dalam jangka pendek.

Spalletti menilai Juventus membutuhkan fondasi baru untuk benar-benar bangkit dari keterpurukan.

Menurut laporan media-media Italia, kesepakatan antara Spalletti dan Juventus sudah hampir rampung. Pelatih berusia 65 tahun itu dikabarkan akan menandatangani kontrak hingga Juni 2026 dan menggantikan Igor Tudor, yang hanya menjadi solusi sementara di kursi pelatih utama.

Spalletti, yang terakhir kali menangani Timnas Italia, dianggap sebagai sosok ideal untuk memimpin Juventus membangun kembali identitas dan stabilitas tim.

Dengan reputasi sebagai pelatih yang disiplin dalam taktik dan piawai membangun kohesi tim, kehadirannya diharapkan bisa menjadi titik balik bagi Bianconeri yang masih mencari arah permainan mereka dalam beberapa musim terakhir.

Spalletti Menetapkan Syarat yang Jelas

Menurut laporan Il Bianconero, Spalletti menolak opsi kontrak jangka pendek dari Juventus. Ia hanya bersedia menandatangani kesepakatan berdurasi 30 bulan agar memiliki cukup waktu untuk membenahi tim secara menyeluruh, baik dari sisi taktik, mentalitas, maupun struktur permainan.

Ia yakin bahwa Juventus membutuhkan perubahan mendasar untuk kembali kompetitif di papan atas Serie A dan Eropa. Karena itu, ia ingin dukungan penuh dari manajemen untuk menjalankan proyek jangka panjang tanpa tekanan instan terhadap hasil.

Tuntutan tersebut memperlihatkan karakter kuat Spalletti yang konsisten dengan filosofi kepelatihannya. Setelah periode yang penuh tekanan bersama Timnas Italia, ia ingin bekerja dalam lingkungan yang stabil.

Membangun Kembali Tim dalam Fase Transisi

Jika kesepakatan ini resmi diumumkan, Spalletti akan menghadapi tantangan besar: mengembalikan identitas permainan Juventus yang hilang dalam beberapa musim terakhir.

Ia dikenal dengan pendekatan taktis berbasis penguasaan bola, pergerakan dinamis, dan struktur yang rapi, elemen yang diyakini mampu menghidupkan kembali karakter Juventus sebagai tim besar.

Bagi Juventus, langkah memberikan kepercayaan jangka panjang kepada Spalletti merupakan bentuk perubahan paradigma. Setelah bertahun-tahun terjebak dalam siklus pelatih jangka pendek, Bianconeri kini tampak berani membangun pondasi baru.

Jika proyek ini berhasil, musim-musim mendatang bisa menjadi awal kebangkitan sejati Juventus di bawah tangan dingin Luciano Spalletti.

Sumber: JuveFC

Klasemen Serie A 2025/2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kakak Cristiano Ronaldo Isyaratkan Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir Sang Bintang

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan