Profil 4 Pemain Diaspora Andalan Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2025

Timnas Indonesia U-17 akan berlaga di Piala Dunia U-17 2025 di Qatar. Empat pemain diaspora siap unjuk gigi, membawa harapan baru bagi Garuda Asia. Siapa saja mereka yang akan memperkuat Timnas Indonesia U-17?

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Lucas Lee, Gelandang Serba Bisa dari Amerika Serikat

Lucas Lee adalah gelandang muda berbakat yang lahir di California, Amerika Serikat, pada 14 Februari 2009. Ia memiliki darah Indonesia dari kedua orang tuanya; sang ibu berasal dari Bandung, sementara ayahnya dari Solo. Kehadiran Lucas menambah kekuatan lini tengah Timnas Indonesia U-17 dengan kemampuannya bermain di berbagai posisi.

Lucas dikenal sebagai gelandang tengah yang handal, namun juga mampu beroperasi sebagai gelandang bertahan maupun gelandang serang. Fleksibilitas ini sangat berharga bagi strategi tim. Ia pernah bermain di MLS Next U16 bersama De Anza Force Soccer Club U16 dan kini membela Ballistic United SC di Amerika Serikat.

Meski baru sekali bermain bersama Timnas Indonesia U-17 pada Oktober 2024, Lucas Lee telah menunjukkan performa menjanjikan. Ia tampil selama 45 menit saat Indonesia mengalahkan India 3-1 pada Agustus 2024. Dengan tinggi 1,78 meter dan kaki dominan kanan, Lucas diharapkan menjadi motor serangan dan penyeimbang di lini tengah Timnas Indonesia U-17.

Mathew Baker, Bek Tangguh dari Australia

Mathew Baker adalah bek kelahiran Melbourne, Australia, pada 13 Mei 2009, yang menjadi salah satu andalan di lini belakang Timnas Indonesia U-17. Ia memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Jakarta, sementara ayahnya berdarah Australia. Mathew telah menjadi bagian penting dari skuad Garuda Asia sejak kualifikasi Piala Asia U-17 2025.

Kiprahnya di sepak bola Australia cukup cemerlang, bermain untuk Melbourne City. Bahkan, ia telah menandatangani kontrak profesional dengan klub tersebut dan melakukan debut seniornya di Australia Cup 2025 pada 30 Juli 2025. Pengalaman ini menunjukkan kematangan dan kualitasnya sebagai pemain.

Komitmen Mathew Baker terhadap Timnas Indonesia U-17 sangat tinggi. Ia pernah menolak panggilan Timnas Australia U-17 demi membela Indonesia, sebuah keputusan yang patut diapresiasi. Baker juga disorot oleh AFC sebagai salah satu bintang muda menjelang Piala Asia U-17 2025, dan pernah mencetak gol serta menjadi pemain terbaik saat Timnas Indonesia U-17 mengalahkan Kuwait.

Eizar Tanjung, Gelandang Bertahan Potensial dari Australia

Eizar Jacob Tanjung adalah gelandang bertahan yang lahir pada 9 September 2008, memperkuat lini tengah Timnas Indonesia U-17. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat, sementara ayahnya berdarah Jakarta-Padang, meskipun lahir dan menetap di Australia. Eizar saat ini bermain untuk Sydney FC di Australia.

Debutnya bersama Garuda Asia dalam laga Piala Kemerdekaan 2025 melawan Tajikistan menunjukkan performa yang impresif. Dalam pertandingan tersebut, Eizar berhasil mencatatkan satu assist yang berkontribusi pada kemenangan Indonesia. Ini menjadi bukti kemampuannya dalam memberikan kontribusi nyata di lapangan.

Performanya yang menonjol membuat pelatih Nova Arianto kembali mempercayakan tempat baginya dalam skuad Piala Dunia U-17 2025. Dengan kemampuannya sebagai gelandang bertahan, Eizar Tanjung diharapkan mampu menjadi tembok pertahanan pertama yang kokoh dan membantu mengalirkan bola dari lini belakang ke depan untuk Timnas Indonesia U-17.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan