Krisis Juventus Ulangi Rekor Buruk 1991, Igor Tudor: Saya Tidak Peduli dengan Masa Depan Saya!

Pelatih Juventus, Igor Tudor memberikan komentarnya setelah Bianconeri kalah dari Lazio. Seperti apa?

Diterbitkan 27 Oktober 2025, 08:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Tetapi saya tidak suka cara Andrea menginterpretasikan peran itu. McKennie bisa menutupi sayap dan Andrea bisa menjadi 'mezz'ala', jadi saya menukar mereka," jelasnya.

Momen Buruk Juventus 

Kekalahan dari Lazio ini memperpanjang catatan buruk Juventus. Bianconeri kini tanpa kemenangan dalam delapan laga kompetitif terakhir. Rinciannya adalah lima kali imbang dan tiga kekalahan beruntun.

Ini adalah rentetan negatif terpanjang mereka sejak Mei 2009. Tudor mengakui timnya sedang berada dalam momen yang sangat sulit. Ia meminta tim untuk tetap bersatu menghadapi situasi pelik ini.

"Ini adalah momen yang buruk, momen yang sulit," tegas Tudor. "Kami perlu tetap bersatu dan semua bekerja sama."

"Ada kekecewaan, karena saya pikir kami mempersiapkannya dengan cara yang benar, tetapi kami selalu kehilangan sesuatu," sambungnya.

Krisis Lini Serang Sejak 1991 

Masalah terbesar Juventus adalah tumpulnya lini depan. Mereka kembali gagal mencetak gol saat melawan Lazio. Ini adalah laga keempat beruntun Juventus tanpa bisa menjebol gawang lawan.

Catatan buruk ini menyamai rekor kelam klub pada Maret 1991. Tudor mengakui ada sesuatu yang hilang dari lini serangnya. Berbagai upaya telah dilakukan namun belum membuahkan hasil.

"Kami mencoba dengan dua striker sejak awal, lalu empat pemain menyerang," aku Tudor. "Kami mencoba segalanya."

"Tetapi kami jelas kehilangan sesuatu di lini depan," katanya.

Selalu Mengulangi Kesalahan 

Manajer asal Kroasia itu menyoroti masalah konsistensi timnya. Ia merasa Juventus selalu gagal memanfaatkan peluang di sepertiga akhir. Di sisi lain, mereka terlalu mudah dihukum karena kesalahan kecil.

Tudor merasa frustrasi karena timnya selalu mengulangi kesalahan yang sama. Padahal, ia sudah berulang kali mengingatkan para pemain untuk tidak melakukannya. Ia menuntut semua pihak untuk bertanggung jawab atas hasil ini.

"Kami juga terus berkata pada diri sendiri jangan membuat kesalahan," ujar Tudor. "Tetapi selalu ada kesalahan, dan kami kalah."

"Kami semua bertanggung jawab. Kami harus berusaha melakukan yang lebih baik dan tetap bersatu," tegasnya.

Tak Peduli dengan Masa Depannya

Serangkaian hasil buruk ini tentu membuat posisi Tudor di kursi pelatih terancam. Pihak klub Juventus sebenarnya telah berulang kali menyatakan dukungan. Namun, performa tim yang terus memburuk menimbulkan spekulasi pemecatan.

Ketika ditanya media apakah ia merasa khawatir dengan posisinya, Tudor memberi jawaban tegas. Ia menolak memikirkan dirinya sendiri. Baginya, fokus utamanya adalah memperbaiki masalah tim, bukan nasibnya.

"Orang-orang terus bertanya apakah saya merasa aman atau khawatir, tetapi saya tidak memikirkan diri saya sendiri," kata Tudor. "Saya tidak peduli dengan masa depan saya."

"Yang saya pedulikan adalah melakukan apa yang saya bisa, menyadari semua masalah dan mencoba memperbaikinya. Masa depan saya sama sekali tidak menarik," pungkasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Afdholud DzikryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A
  • Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Liga Italia
  • Juventus adalah klub sepakbola asal Italia
    Juventus Football Club S.p.A atau yang biasa dikenal dengan Juventus atau Juve adalah klub sepak bola profesional asal Italia.
    Juventus
  • Sebuah perkumpulan olahraga profesional Italia yang berbasis di Roma, Italia, terkenal dengan cabang sepak bolanya
    Sebuah perkumpulan olahraga profesional Italia yang berbasis di Roma, Italia, terkenal dengan cabang sepak bolanya
    Lazio
  • Igor Tudor