Laporan Liputan6.com dari Hong Kong, Perjuangan Tim Serabutan Mencari Pengakuan

Timnas bola tangan Hong Kong memiliki mimpi besar pada National Games 2025 yang berlangsung 9-21 November mendatang.

Diterbitkan 24 Oktober 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas bola tangan Hong Kong berisi pemain serabutan. Tidak ada yang berstatus profesional dengan seluruhnya memiliki pekerjaan utama.

Namun, mereka memiliki mimpi besar pada National Games 2025 yang berlangsung 9-21 November mendatang. Anak asuh Hui Man-pong bertekad meraih prestasi sebaik mungkin dengan harapan mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Saat ini mereka sudah mendapat dukungan minimalis. Masing-masing anggota tim menerima uang. Tim juga disewakan lapangan dalam ruangan untuk berlatih.

Jurnalis Liputan6.com Harley Ikhsan berkesempatan melihat persiapan timnas bola tangan Hong Kong jelang National Games 2025 di Shek Kip Mei Park Sports Centre.

Latihan tidak berlangsung lengkap karena beberapa anggota tim urung meninggalkan pekerjaan mereka. Alhasil, penerapan strategi pun tidak dapat dilakukan maksimal.

Satu sosok mencolok sendirian dengan postur 194 cm dan rambut pirang. Dia adalah Kim Ekdahl Du Rietz yang menjadi salah satu bagian staf kepelatihan.

Du Rietz datang dari Swedia dan memiliki karier cemerlang di bola tangan. Bertahun-tahun membela timnas, dengan capaian terbaik merebut medali perak Olimpiade London 2012, dia juga memperkuat berbagai klub di Eropa. Mulai HBC Nantes, Rhein-Neckar Lowen, dan Paris Saint-Germain.

"Saya mulai melatih di timnas awal tahun ini. Sebelumnya saya juga bekerja selama 5-6 bulan sebagai persiapan Asian Games (2024). Setelah National Games, sepertinya saya juga bakal melatih untuk Asian Games berikutnya," ungkap Du Rietz.

"Jadi pekerjaan ini merupakan proyek jangka pendek, tergantung event yang akan ada. Saya kira hal serupa juga diterapkan untuk berbagai cabang olahraga lainnya di Hong Kong," sambung sosok berusia 36 tahun tersebut.

 

Kesempatan Sekali Seumur Hidup

Du Rietz menyebut Jiangsu dan Beijing sebagai dua kekuatan utama bola tangan pada National Games 2025. Setelah mereka, dia merasa persaingan memperebutkan tempat terakhir podium cukup terbuka.

"Ada 5-6 tim di belakang Jiangsu dan Beijing, salah satunya Hong Kong. Mereka bisa saling mengalahkan. Di hari yang baik, National Games adalah kesempatan terbaik Hong Kong untuk merebut medali," ungkapnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Du Rietz melihat perkembangan bola tangan di Hong Kong sudah berjalan, meski tidak secepat yang diharapkan. Timnas kini bisa berlatih di dalam ruangan, tapi hanya karena National Games di depan mata. Saat tidak ada event, timnas hanya berlatih sehari sepekan di dalam ruangan. Sementara sesi lain biasanya berlangsung di luar ruangan, yang otomatis membuat persiapan kurang maksimal karena perbedaan kondisi. "National Games adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk timnas bola Hong Kong. Sebab jika kami bisa finis di top 3, dukungan pemerintah akan lebih baik. Saat ini bola tangan sama sekali tidak masuk kriteria pengembangan," ungkapnya. "Semoga kami bisa memicu sesuatu pergerakan. Pertaruhannya cukup besar. Sebab mayoritas pemain timnas sekarang juga bekerja yang berhubungan dengan bola tangan, salah satunya sebagai pelatih di sekolah-sekolah," pungkas Du Rietz.

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan