Sejarah dan Perkembangan Olahraga Padel di Indonesia: Dibawa Ekspatriat hingga Jadi Tren Urban

Olahraga padel, yang merupakan perpaduan tenis dan squash, telah berkembang pesat di Indonesia. Cabor ini baru mulai diperkenalkan di tanah air pada 2010-an, tetapi sudah berkembang menjadi tren urban dalam kurang dari dua dekade.

Diterbitkan 05 September 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
p>Lapangan padel pertama di Argentina lantas dibangun di Club Tortugas, Mar de la Plata Ocean Club, hingga akhirnya menyebar ke kota-kota kota-kota lain.

Kehadiran Federation International de Padel (FIP) pada 12 Juli 1991 di Madrid, Spanyol, menandai standardisasi dan promosi olahraga ini secara global.

Sejak saat itu, padel tidak hanya menjadi olahraga rekreasi, tetapi juga berkembang menjadi cabang olahraga profesional dengan kejuaraan internasional.

FIP lantas memutuskan untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Padel setiap dua tahun. Pada 1992, Kejuaraan Dunia Padel FIP pertama diadakan di Spanyol, tepatnya Madrid dan Sevilla, disusul Kejuaraan Dunio Junior di La Plata Argentina 8 athun berselang.

Padel Tiba di Indonesia: Komunitas Ekspatriat dan Bali Jadi Gerbang Awal

Di Indonesia sendiri, padel muncul pada 2010-an berkat komunitas ekspatriat dari Spanyol dan Argentina.

Mereka berperan penting dalam mengenalkan olahraga raket ini kepada masyarakat lokal di Bali, sebelum terbentuknya Bali Padel Academy sebagai klub padel pertama di daerah tersebut.

Pada fase awal, padel di Indonesia masih terbatas pada kalangan tertentu. Meski demikian, bibit-bibit komunitas mulai terbentuk secara perlahan, sehingga permainan ini dikenal oleh khalayak yang lebih luas.

Mantan pelatih Timnas Indonesia Simon McMenemy jadi salah satu tokoh yang meningkatkan popularitas padel di Indonesia. Permainan ini jadi merambah ke kalangan atlet dan penggemar olahraga lainnya.

Meski Bali menjadi lokasi pertama masuknya padel di Indonesia, perkembangan paling pesat agaknya terjadi di Jakarta. Hal ini terlihat dari mudahnya menemukan lapangan padel di ibu kota.

Faktor Pendorong Ledakan Popularitas Padel di Indonesia

Di Indonesia, olahraga padel dinaungi oleh Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI).

Mereka telah resmi menjadi anggota Federasi Internasional Padel (FIP) pada 2024, yang sekaligus menandai adalah tonggak penting dan bukti pengakuan internasional terhadap padel tanah air.

Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-6 sebagai negara dengan perkembangan padel paling pesat di Asia Tenggara dan ke-29 di dunia menurut The International Padel Federation (FIP).

Padel juga masuk dalam daftar cabang olahraga eksibisi di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Ada pun beberapa faktor yang diyakini mendongkrak popularitas padel di Indonesia ialah sebagai berikut.

  • Memadukan Tenis dan Squash: padel menawarkan permainan yang menyenangkan, menantang, dan mudah dipelajari.
  • Aksesibilitas dan Fleksibilitas: lapangan padel sering buka dari pagi hingga tengah malam, yang memudahkan masyarakat irban menyesuaikan jadwal di tengah kesibukan harian.
  • Dukungan Komunitas: komunitas-komunitas padel bermunculan dan berperan aktif dalam mengenalkan olahraga ini, lewat turnamen, latihan bersama, hingga pelatihan teknik.
  • Media Sosial: kehadiran media sosial turut mempercepat pertumbuhan olahraga ini, dengan hadirnya informasi lokasi bermain, tips, hingga jadwal turnamen yang mudah
  • Peran Influencer dan Selebriti: influencer dan selebriti yang mencoba padel dan membagikan pengalamannya turut memicu rasa penasaran publik.

Masa Depan Padel di Indonesia hingga Prospek Ikuti Olimpiade

Berbagai kompetisi padel telah dan akan terus digelar di Indonesia, menandai babak baru dalam pengembangan olahraga ini.

Komunitas-komunitas padel secara aktif menggelar turnamen lokal yang memupuk semangat kompetisi di antara para pemain.

PBPI juga berperan menggelar Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel 2025 untuk pertama kalinya di tiga kota berbeda: Bandung (25-27 Juli), Surabaya (28-31 Agustus), hingga Bali (11-14 September).

Jika melihat tren saat ini, prospek padel di Indonesia sangat menjanjikan. Pertumbuhan diharapkan terus berlanjut mengingat olahraga ini konon akan disertakan dalam Olimpiade 2032.

PBPI bahkan digadang-gadang sudah mulai bersiap mencari atlet padel andal untuk mewakili Merah Putih.

"Insyaallah Olimpiade 2032 padel jadi cabor, jadi kita harus mulai kejar. Ada 7 tahun semoga kami sukses," ujar ketua PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita pada Jumat (23/5/2025) lalu.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan