Dari Asuransi hingga Dana Pensiun: Masa Depan Pemain Timnas dalam Visi PSSI

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan rencana membentuk dana pensiun untuk pemain sepak bola Indonesia, mengikuti model yang sukses diterapkan di Eropa.

Diperbarui 06 Agustus 2025, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dana iuran dipotong dari gaji pemain dan disetor secara berkala selama masa aktif. Skema ini menjadi penyelamat ketika pemain mengalami cedera berat, gagal mendapatkan kontrak, atau memasuki usia pensiun tanpa tabungan cukup.

Bagi Indonesia, ide ini terdengar visioner. Namun, realisasinya tidak sederhana. Erick sendiri mengakui bahwa skema dana pensiun membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk pemerintah.

Tantangan: Struktur, Regulasi, dan Pola Pikir

Menggagas dana pensiun untuk atlet, khususnya pesepak bola, berarti menyentuh ranah yang selama ini masih liar.

Di luar beberapa pemain bintang yang punya penghasilan besar, mayoritas pesepak bola Indonesia, terutama di Liga 2 dan 3, masih hidup dari kontrak jangka pendek, sering tanpa jaminan kesehatan atau sosial.

Masalah lain adalah minimnya edukasi keuangan di kalangan pemain. Banyak dari mereka pensiun dalam kondisi finansial yang sulit, karena tidak ada mekanisme tabungan jangka panjang atau perencanaan pasca-karier.

Untuk itu, pendekatan sistemik menjadi penting. Perlu ada regulasi bersama antara PSSI, operator liga, klub, dan institusi keuangan atau asuransi, agar sistem ini bukan hanya wacana, tapi menjadi bagian dari kontrak dan manajemen karier pemain sejak dini.

 
 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan