Siap Tempur di Riyadh: Timnas Indonesia Tantang Arab Saudi dan Irak Tanpa Rasa Gentar

Dua laga yang menantang ini akan menjadi ujian bagi pasukan Patrick Kluivert.

Diperbarui 17 Juli 2025, 23:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Kami punya Plan B, tetapi saya belum bisa katakan sekarang. Kami harus persiapkan diri dengan baik dan itu hal utama,” sambungnya, menegaskan fokus tim ada pada kesiapan secara menyeluruh.

Diaspora dan Menit Bermain Jadi Perhatian

Beberapa pemain diaspora kini bermain di klub baru, termasuk yang merumput di kompetisi dalam negeri. Ini jadi sinyal positif, menurut Kluivert.

“Sangat bagus. Banyak pemain akan bermain di kompetisi Indonesia ini hal bagus dan positif,” tuturnya. Namun, ia menekankan pentingnya satu hal utama.

“Hal terpenting adalah mereka harus bermain, mengoleksi menit bermain. Ini yang akan kami pantau agar mereka bermain sebanyak mungkin di laga kompetitif,” jelasnya.

Pelajaran dari Kekalahan, Bukan Penyesalan

Kekalahan dari Jepang di laga terakhir putaran ketiga menjadi pelajaran penting, terutama untuk sektor pertahanan. Menurut Kluivert, duel tersebut jadi cermin kualitas tertinggi di Asia.

“Jepang adalah peringkat ke-15 di dunia. Mereka adalah tim bagus secara individu dan kolektif. Jadi, kami belajar dari kekalahan tersebut,” ucapnya.

“Pukulan telak karena semua ingin mendapatkan hasil bagus, tetapi itu sudah terjadi dan kami harus belajar dari kesalahan-kesalahan dan tak melakukannya lagi,” tegas Kluivert, menutup sesi dengan penuh tanggung jawab.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan