Dari De Bruyne sampai Salah: 7 Transfer yang Dulu Diremehkan tapi Berbuah Manis

Tidak semua transfer besar langsung terlihat menjanjikan sejak awal. Beberapa bahkan sempat dianggap keputusan aneh oleh penggemar maupun pengamat.

Diperbarui 11 Juli 2025, 10:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selama sembilan musim, Drogba menjadi jantung serangan Chelsea dan meraih banyak trofi, termasuk Liga Champions. Transfer yang dulu diragukan itu kini dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah klub.

4. Cole Palmer

Transfer Cole Palmer ke Chelsea sempat menuai tawa karena nilainya mencapai 45 juta pounds. Banyak yang heran, mengingat ia belum banyak bermain di tim utama Manchester City.

Namun Chelsea membuktikan langkah mereka tidak keliru. Palmer tampil gemilang di musim pertamanya dan menyabet gelar Pemain Muda Terbaik PFA.

Kini, Palmer bukan hanya bintang muda Inggris, tapi juga jadi andalan Chelsea di kancah Eropa. Kritik atas transfernya perlahan hilang, digantikan dengan pujian.

5. Jordan Henderson

Pada tahun 2011, harga 20 juta pounds dianggap besar untuk seorang gelandang muda. Maka wajar jika banyak yang terkejut ketika Liverpool memboyong Jordan Henderson dari Sunderland.

Awal kariernya di Anfield tidak berjalan mulus dan sempat nyaris dijual ke Fulham. Namun Henderson bertahan dan perlahan membuktikan dirinya layak dipertahankan.

Henderson kemudian menjadi pemimpin di ruang ganti dan di lapangan. Ia mengangkat trofi Liga Inggris dan Liga Champions sebagai kapten Liverpool.

6. Joelinton

Transfer Joelinton ke Newcastle senilai 40 juta pounds sempat menuai kontroversi. Banyak fans bahkan mantan manajer Rafael Benitez merasa harga itu terlalu mahal.

Pemilik klub saat itu, Mike Ashley, bahkan bersedia menutupi sebagian biaya transfer dari kantong pribadinya. Namun Joelinton tetap gagal tampil mengesankan sebagai penyerang.

Di bawah asuhan Eddie Howe, perannya berubah drastis menjadi gelandang tengah. Kini ia justru menjadi bagian vital dari lini tengah Newcastle United.

7. Marouane Fellaini

Marouane Fellaini sempat jadi simbol kekecewaan fans Manchester United saat pertama kali direkrut David Moyes. Harapan besar terhadap Cesc Fabregas atau Gareth Bale gagal terwujud dan Fellaini pun jadi satu-satunya transfer besar di musim panas 2013.

United sebenarnya bisa merekrutnya lebih murah, namun menunda keputusan hingga tenggat waktu. Akhirnya, mereka harus membayar lebih mahal untuk mendatangkannya dari Everton.

Meski awalnya dicibir, Fellaini menjawab semua keraguan lewat kontribusi nyata di lapangan. Ia sukses mempersembahkan tiga trofi dan menjadi pemain yang kini justru dirindukan publik Old Trafford.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan