Analisis: Sudah Punya Bukayo Saka, Mengapa Arsenal Masih Kejar Noni Madueke?

Arsenal tampaknya akan membuat manuver berani di bursa transfer awal musim 2025/2026. Nama Noni Madueke muncul sebagai target utama.

Diperbarui 08 Juli 2025, 15:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Arsenal tampaknya akan membuat manuver berani di bursa transfer awal musim 2025/2026. Nama Noni Madueke muncul sebagai target utama. Menurut laporan yang beredar sepanjang akhir pekan, pemain sayap Chelsea itu sudah menyetujui kesepakatan personal dengan Arsenal.

Namun, satu pertanyaan mencuat: untuk apa Arsenal mendatangkan pemain baru di posisi yang sudah diisi Bukayo Saka—salah satu pemain terbaik di dunia saat ini?

Tidak berlebihan jika menyebut Arsenal adalah tim yang berbeda ketika Saka bermain dan ketika ia absen. Pemain berusia 23 tahun itu adalah nyawa dari sisi kanan The Gunners. Kecepatannya, visi bermain, dan kreativitas, tak tergantikan.

Masalahnya, Arsenal justru terlalu menggantungkan diri pada Saka. Dalam tiga musim sebelum 2024/2025, ia tampil dalam 82 persen menit bermain dan masuk skuad dalam 92 persen pertandingan di semua kompetisi. Musim lalu, ketika Saka cedera, Arsenal dalam masalah besar.

Noni Madueke: Lebih dari Sekadar Cadangan Mahal

Di sinilah nama Noni Madueke masuk. Winger kanan Chelsea itu mencatatkan 84 persen menit bermainnya musim lalu di posisi yang sama dengan Saka. Dengan harga yang dikabarkan mencapai £50 juta, ia jelas bukan hanya untuk menghiasi bangku cadangan.

Apakah Arsenal terlalu mewah membayar sebesar itu untuk pelapis? Tidak juga, jika kita memahami bahwa Madueke membawa lebih dari sekadar kedalaman skuad.

Pemain berusia 23 tahun itu punya profil unik: dua kaki yang sama kuatnya, naluri menyerang tajam, dan fleksibilitas bermain di kedua sisi sayap. Menurut catatan statistik Opta, hanya sedikit pemain yang mampu menyeimbangkan jumlah tembakan antara kaki kiri dan kanan seperti dirinya. Dari total tembakan tanpa sundulan musim lalu, 65,8 persen dilakukan dengan kaki kiri dan 34,2 persen dengan kanan. Proporsi yang mengesankan.

Madueke juga bukan sekadar dribbler: ia piawai bergerak tanpa bola untuk menyerang ruang, mirip dengan gaya bermain Gabriel Martinelli. Rata-rata 3,5 tembakan per 90 menit dan 0,42 expected goals non-penalti per 90 menit menempatkannya di jajaran elite Premier League.

Rencana Besar Arsenal: Saingi dan Lindungi Saka

Bukan rahasia jika Mikel Arteta mengidamkan skuad yang tidak hanya dalam secara kuantitas, tetapi juga kualitas. Pada 2022 lalu, ia pernah menantang Saka untuk bermain di setiap pertandingan dan tetap tampil konsisten. Namun, tuntutan semacam itu akhirnya berdampak buruk pada kebugaran jangka panjang pemain.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kehadiran Madueke memberi Arteta pilihan strategis: bisa menggilir Saka tanpa penurunan kualitas drastis, sekaligus menambah opsi di sisi kiri. Sebab di sektor itu, Martinelli tak tampil seimpresif dua musim sebelumnya. Dengan hanya 398 menit bermain di kiri selama dua musim di Chelsea, Madueke mungkin belum terbiasa. Namun, akhir musim 2024/2025 menunjukkan bahwa ia mampu tampil efektif di sisi itu, termasuk kala menghadapi Liverpool, Manchester United, dan Newcastle. Fleksibilitas ini penting. Madueke bisa memberi tekanan sehat kepada Martinelli dan juga menjadi opsi andalan ketika Saka butuh istirahat atau bahkan bergeser ke peran berbeda. Jika Arsenal ingin bersaing di empat kompetisi dan mempertahankan intensitas permainan tinggi ala Arteta, mereka butuh pemain seperti Madueke.

Halaman
Show All
Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan