300 Atlet Berkuda Ikut FEI CSIs International Jumping Competition 2025 di Jakarta

FEI CSIs International Jumping Competition 2025 digelar di Pulomas, Jakarta, bertepatan HUT 498.

OlehThomas
Diperbarui 22 Juni 2025, 22:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Bertepatan dengan HUT Jakarta ke-498, Indonesia kembali menjadi tuan rumah di ajang FEI CSIs International Jumping Competition 2025 di Equinara Horse Sports - Jakarta International Equestrian Park Pulomas, Jakarta Timur, 21-22 Juni 2025. Ajang ini diikuti 300 atlet berkuda tidak hanya dari Indonesia.

Kompetisi jumping internasional ini digadang-gadang menjadi yang terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Turut serta para offisial dan atlet dari beberapa negara Asia, seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Iran, Filipina dan India.

Selaku President of Event FEI CSIs International Jumping Competition Indonesia, Adinda Yuanita, mengatakan ajang ini menjadi yang kompetisi internasional terbesar di Indonesia karena akan melibatkan lebih dari 300 peserta yang sudah teregistrasi.

Menariknya pada penyelenggaraan tahun ini FEI CSIs International Jumping Competition dibarengi dengan Equestrian Solidarity Challenge (ESC) jumping and derby series 1 & 2 Equinara Pulomas Open: Governor of Jakarta Cup 2025. Bedanya kali ini dengan sebelumnya adalah banyaknya kelas internasional.

"Tahun lalu CSI 1-nya 105 Cm, tahun ini standar kita naik menjadi 110 Cm untuk individu," ujar Adinda saat berbincang dengan awak media, Minggu (22/6/2025).

Pembukaan FEI CSIs International Jumping Competition dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

"Ajang ini jadi komitmen jakarta sebagai kota global. Mudah-mudahan 2027 makin banyak event internasional. Pemerintah Jakarta berkomitmen mendukung kemajuan olahraga equestrian," ujar Rano Karno.

Ada Lomba Foto

Penyelenggaraan FEI CSIs International Jumping Competition tahun ini juga diramaikan dengan lomba "Sport Photo Competition" dengan juri antara lain Darwis Triadi dan Arbain Rambey.

"Saya pribadi ingin membentuk komunitas baru lagi, maksudnya di sini adalah membesarkan lagi program yang dapat berhubungan dengan equestrian. Saya mau equestrian diterima di tengah-tengah masyarakat luas. Saya ingin mengubah image olahraga yang kerap diidentikkan dengan olahraga elite, padahal tidak. Semua olahraga memiliki proses dan kepuasannya masing-masing," tutur Adinda.

Cetak Atlet Berkualitas

Sebagai salah satu pecinta olahraga berkuda, Adinda ingin dunia melihat Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi atlet yang tak kalah dengan negara lain.

"Besar harapan saya bisa membawa mata dunia untuk melihat equestrian di Indonesia seperti saat ini ada 10 negara yang datang langsung menyaksikan event bergengsi kali ini. Saya mau orang luar melihat equestrian kita berkembang dari segi pembibitan dan pembinaan berjalan sesuai dengan target yang diprogramkan dunia," katanya.

"Saya juga berharap Indonesia bisa menghasilkan atlet berkualitas yang semakin meningkat yang dapat sejajar dengan negara-negara lainnya baik di tingkat Asia hingga Dunia," jelas Adinda.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Marquinhos Ungkap Kewaspadaan Brasil Hadapi Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026

ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan