5 Perubahan Besar yang Akan Dibawa Xabi Alonso di Real Madrid: Piala Dunia Antarklub 2025 Jadi Tempat Pertunjukan?!

Xabi Alonso kembali ke Real Madrid sebagai pelatih. Berikut lima perubahan besar yang diprediksi akan ia terapkan, termasuk jelang Piala Dunia Antarklub 2025.

Diperbarui 16 Juni 2025, 07:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Xabi Alonso telah resmi diresmikan sebagai pelatih Real Madrid sejak 1 Juni 2025 setelah kesuksesannya di Bayer Leverkusen. Pergantian ini menandai dimulainya babak baru untuk Los Blancos di bawah era kepelatihan baru.

Setelah sukses bersama Bayer Leverkusen, Alonso diyakini akan membawa pendekatan berbeda dari Carlo Ancelotti. Strategi, gaya main, hingga pembinaan pemain muda diprediksi akan berubah.

Dalam beberapa pekan terakhir, Alonso langsung menancapkan ide-idenya: dari taktik, struktur permainan, hingga pembaruan personel. Semua dibangun untuk mempersiapkan tim hadapi debut Grup C Piala Dunia Antarklub melawan Al Hilal pada 18 Juni 2025 di Miami

Nah pertandingan ini juga bisa menjadi petunjuk perubahan permainan yang dibawa Alonso. Memang Los Blancos masih menjalani masa peralihan, tapi paling tidak perubahan-perubahan itu akan mulai terlihat. Apa saja?

1. Struktur Permainan Cepat dan Terdefinisi

Salah satu ciri khas Alonso di Leverkusen adalah permainan berbasis struktur posisi. Ia membangun serangan dari belakang dengan umpan-umpan progresif.

Di Madrid, pola ini bisa menggantikan pendekatan reaktif ala Ancelotti. Alonso membawa pendekatan "structured freedom" ala Leverkusen, sistem taktis yang mengandalkan passing cepat dan tekanan intensif.

Dengan penguasaan bola yang rapi, Madrid akan lebih dominan mengatur tempo. Gaya ini mendorong pemain untuk berpikir cepat, akurasi passing satu-dua sentuhan, dan finishing langsung.

Khusus Mbappe dan Vinicius, diharapkan membentuk sinergi tajam di area menyerang.

2. Penggunaan Tiga Bek sebagai Opsi Fleksibel

Alonso kerap memakai formasi tiga bek saat di Leverkusen, terutama menghadapi tim yang menekan tinggi. Skema ini membuat timnya tetap aman dalam membangun serangan dari bawah.

Dalam transisi dari Leverkusen, Alonso membawa opsi formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1 ke Madrid. Struktur ini meningkatkan koneksi dalam build-up dan menutup celah di sayap dengan wing-backs.

Madrid sudah mendatangkan pemain seperti Trent Alexander‑Arnold dan Dean Huijsen, yang cocok untuk skema ini. Alonso juga mempertimbangkan Joan Martinez dari Castilla untuk mendukung rotasi lini belakang.

3. Integrasi Pemain Muda dari Castilla

Satu hal yang Alonso tunjukkan di Jerman adalah keberanian mengorbitkan pemain muda. Nama-nama seperti Florian Wirtz dan Victor Boniface berkembang pesat di bawah asuhannya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Madrid punya banyak bakat muda seperti Arda Guler, Nico Paz, hingga Jacobo Ramon. Alonso berpeluang besar memberikan panggung lebih luas bagi mereka. Dengan jadwal padat seperti CWC, rotasi dan pembinaan talenta muda akan sangat penting. Alonso dinilai punya kapasitas dalam membangun kedalaman skuad jangka panjang.  

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan