De Ligt Buka-Bukaan Soal Amorim, Taktik, dan Harapan Baru Manchester United

Matthijs de Ligt mengakui musim tanpa kompetisi Eropa akan jadi tantangan baru dalam kariernya. Bek asal Belanda itu terbiasa tampil di ajang elit sejak di Ajax hingga kini di Manchester United.

Diperbarui 02 Juni 2025, 05:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tekanan di MU Lebih Besar, Tapi Potensinya Juga Lebih Besar

Sebagai mantan pemain Ajax, De Ligt terbiasa menghadapi tekanan dari fans. Namun, ia merasa tekanan di MU terasa lebih besar karena ekspektasi musim ini tak terpenuhi.

Menurutnya, saat performa mengecewakan, tekanan mental jadi lebih berat karena tidak ada kesenangan yang bisa dinikmati di lapangan. Tapi ia juga percaya bahwa situasi bisa berbalik cepat.

“Seperti di Liga Europa, emosi itu bisa berubah drastis ketika tim dan fans menyatu. Itu bisa jadi luar biasa,” ucapnya penuh harap.

Adaptasi Taktik dan Peran Baru di Bawah Amorim

De Ligt menyadari perbedaan sistem permainan antara Erik ten Hag dan Ruben Amorim. Namun baginya, perbedaan itu masih dalam batas wajar dan bisa diadaptasi.

Ia menyebut banyak tim besar kini fleksibel memainkan formasi tiga bek dalam fase build-up. Peran individu di sistem itu lebih penting daripada sekadar skema statis.

De Ligt sendiri sudah terbiasa bermain sebagai bek kanan dalam tiga bek ataupun bek tengah. “Posisinya beda, tapi tak ekstrem. Masih bisa saya jalani,” ujarnya.

Pulih dari Cedera, Tetap Aktif di Tur Asia

Meski belum sepenuhnya pulih dari cedera kaki, De Ligt tetap mengikuti tur MU ke Asia. Cedera itu sudah dialami sejak awal April dan sempat kambuh lagi di awal Mei.

Ia mengaku kondisi membaik, tapi belum siap tampil di lapangan. “Saya tetap bisa jalani program dengan fisio di sini, jadi tak masalah,” katanya.

Tur ke Asia juga jadi momen penting untuk bertemu fans global. Meski musim mengecewakan, De Ligt melihat antusiasme suporter tetap tinggi.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Richard Andreas LuturmasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan