Road to Final UCL: PSG - Tim Tanpa Dewa di Ambang Singgasana

Lima tahun berlalu dari luka di Lisbon, PSG kembali berdiri di ambang singgasana. Kali ini, mereka tak sekadar ingin tampil cantik atau memberi perlawanan.

Diperbarui 30 Mei 2025, 08:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Inter Milan, Rintangan Terakhir

Final melawan Inter Milan pada 1 Juni 2025 akan menjadi pertemuan pertama kedua tim di kompetisi resmi. Inter adalah tim yang disiplin, berpengalaman, dan penuh strategi.

Namun, PSG tak gentar. Mereka sudah menaklukkan raksasa-raksasa Inggris—Liverpool, Aston Villa, hingga Arsenal—dengan mental baja. PSG tahu, ini bukan sekadar final. Ini adalah panggung penggenapan.

Ini bukan lagi tentang mimpi. Ini tentang mewujudkannya. PSG tak ingin pulang dengan air mata. Mereka ingin pulang dengan mahkota.

PSG: Perjalanan ke Final

Fase Liga (Peringkat ke-15)

  • PSG 1–0 Girona
  • Arsenal 2–0 PSG
  • PSG 1–1 PSV Eindhoven
  • Atletico Madrid 2–1 PSG
  • Bayern Munchen 1–0 PSG
  • Salzburg 0–3 PSG
  • PSG 4–2 Manchester City
  • Stuttgart 1–4 PSG

Play-off (Agregat 10–0)

  • Brest 0–3 PSG
  • PSG 7–0 Brest

Babak 16 besar (Agregat 1–1, Menang 4–1 adu penalti)

  • PSG 0–1 Liverpool
  • Liverpool 0–1 PSG (Menang 4–1 lewat adu penalti)

Perempat final (Agregat 5–4)

  • PSG 3–1 Aston Villa
  • Aston Villa 3–2 PSG

Semifinal (Agregat 3–1)

  • Arsenal 0–1 PSG
  • PSG 2–1 Arsenal

Statistik

  • Total pertandingan: 16
  • Menang: 10
  • Seri: 1
  • Kalah: 5
  • Gol: 33
  • Kebobolan: 15
  • Clean sheet: 6

Top skor

  • 8 gol: Ousmane Dembele
  • 4 gol: Nuno Mendes
  • 3 gol: Achraf Hakimi, Desire Doue, Goncalo Ramos, Bradley Barcola
  • 2 gol: Vitinha, Khvicha Kvaratskhelia
  • 1 gol: Fabian Ruiz, Senny Mayulu, Warren Zaire-Emery, Joao Neves

PSG Siap Memulai Legenda Baru

Dari 16 pertandingan, PSG menang 10 kali, hanya sekali imbang. Mereka mencetak 33 gol dan kebobolan 15 kali. Namun, statistik hanyalah bingkai dari lukisan yang lebih besar.

Setiap gol, dari Dembele hingga Zaire-Emery, punya cerita sendiri. Dari malam dingin di Anfield hingga malam panas di Parc des Princes, setiap langkah membentuk narasi yang sama: PSG tidak lagi hanya bermimpi. Mereka kini hidup di dalam mimpi itu.

Di final nanti, mimpi itu bisa menjadi nyata. PSG siap menutup kisah lama dan memulai legenda baru.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan