Rekor-Rekor Tak Terlupakan dalam Sejarah Liga Europa

Final Liga Europa menyimpan banyak catatan menarik. Bahkan, ada juga pelatih dan pemain yang mendominasi final ini dengan rekor-rekor luar biasa.

Diperbarui 21 Mei 2025, 16:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Gol Tercepat dan Terlambat dalam Sejarah Final

Gol tercepat dalam sejarah final dicetak Markus Babbel hanya tiga menit setelah laga dimulai. Ia mencetaknya untuk Liverpool saat melawan Alaves di tahun 2001.

Sementara gol paling telat tercipta di menit ke-116. Dua pemain yang mencatatkannya adalah Diego Forlan (Atletico Madrid vs Fulham 2010) dan gol bunuh diri Delfi Geli (Liverpool vs Alaves 2001).

Momen-momen itu menunjukkan bahwa drama di final Liga Europa bisa hadir kapan saja, bahkan hingga menit terakhir perpanjangan waktu.

Adu Penalti dan Perpanjangan Waktu Paling Menegangkan

Sejak diberlakukan sistem final satu leg, adu penalti sudah tujuh kali menentukan juara. Yang terbaru terjadi pada 2023 saat Sevilla menang 4-1 atas Roma.

Adu penalti tersengit terjadi pada 2021. Villarreal harus adu penalti hingga skor 11-10 untuk mengalahkan Manchester United.

Selain penalti, beberapa final juga diselesaikan di extra time. Termasuk kemenangan Liverpool 5-4 atas Alaves di tahun 2001 yang disebut-sebut sebagai salah satu final terbaik.

Klub, Pemain, dan Pelatih Paling Berjaya

Sevilla menjadi klub paling sukses di Liga Europa dengan tujuh gelar. Disusul oleh Inter Milan, Liverpool, Juventus, dan Atletico Madrid dengan tiga gelar.

Jose Antonio Reyes memegang rekor sebagai pemain dengan gelar terbanyak, yakni lima kali bersama Atletico dan Sevilla. Ia menjadi ikon sejati kompetisi ini.

Pelatih tersukses adalah Unai Emery dengan empat gelar. Ia memenangkannya bersama Sevilla dan Villarreal sehingga membuktikan kepiawaiannya di turnamen Eropa.

Catatan Menarik Lainnya

Final dengan penonton terbanyak terjadi pada 1999, saat 61.000 orang menyaksikan laga Parma melawan Marseille di Luzhniki Stadium, Moskow. Atmosfer laga ini begitu luar biasa.

Jesus Navas memegang rekor jangka waktu terpanjang antara dua gelar, yaitu 13 tahun. Ia menjadi juara bersama Sevilla pada 2006 dan kembali meraih trofi di 2023.

Sumber: UEFA

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan