Satu Malam di Bilbao: Penantian Tottenham, Penebusan Manchester United

Bagi Tottenham, trofi ini bisa menjadi gelar Eropa pertama sejak 1984. Sementara itu, MU memburu trofi kedua setelah kemenangan di 2017 dan ingin menebus luka final 2021.

Diperbarui 20 Mei 2025, 13:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tottenham dan Manchester United akan saling berhadapan di partai final Liga Europa 2024/2025. Duel dua tim Inggris ini digelar di San Mames, Bilbao, Kamis, 22 Mei 2025 pukul 02.00 WIB. Ini adalah final Liga Europa all-English kedua sejak kompetisi ini berganti format.

Bagi Tottenham, trofi ini bisa menjadi gelar Eropa pertama sejak 1984. Sementara itu, MU memburu trofi kedua setelah kemenangan di 2017 dan ingin menebus luka final 2021. Atmosfer panas di San Mames siap menjadi saksi sejarah baru bagi salah satu dari mereka.

Banyak cerita yang menyelimuti final ini. Mulai dari ramalan sang pelatih, statistik pertemuan musim ini, hingga kisah-kisah yang tertinggal dari final sebelumnya, semua berpadu menciptakan drama satu malam di Bilbao.

Ramalan Postecoglou di Ambang Kenyataan

Tottenham tinggal satu kemenangan lagi dari membuktikan ucapan sang pelatih, Ange Postecoglou. “Saya selalu memenangkan sesuatu di musim kedua saya,” ujarnya awal musim lalu. Kini, Spurs berada di ambang mewujudkan ramalan itu.

Mereka melangkah ke final usai menyingkirkan Bodo/Glimt dengan agregat 5-1, termasuk kemenangan 2-0 di kandang lawan. Dominic Solanke kembali mencetak gol di laga itu, memperpanjang rekor golnya di tiga laga fase gugur beruntun. Sementara itu, hanya dua penyelamatan dibutuhkan Guglielmo Vicario untuk menjaga clean sheet.

Kepercayaan diri Spurs juga tumbuh lewat rekor pertemuan musim ini melawan MU. Mereka menang tiga kali dalam dua kompetisi, mulai dari kemenangan 3-0 di Old Trafford, kemudian drama 4-3 di Carabao Cup, hingga kemenangan 1-0 di Premier League Februari lalu.

MU dan Kenangan di San Mames

MU kembali ke Bilbao dengan semangat membara dan memori indah. Mereka sudah mengalahkan Athletic Bilbao di tempat yang sama pada leg pertama semifinal, lalu memastikan kemenangan dengan skor 4-1 di Old Trafford. “Semoga kami bisa menang di sana,” ucap Rasmus Hojlund. Namun, dia mengingatkan, “Kami memang sudah pernah bermain di sana, tapi saya rasa itu tidak memberi kami keunggulan.”

MU menatap final ini dengan performa menyerang yang menakutkan. Mereka mencetak 12 gol dalam tiga laga terakhir Liga Europa. Bruno Fernandes memimpin daftar top skor dengan tujuh gol, sementara Hojlund berada di bawahnya dengan enam.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kembalinya Mason Mount dan Amad Diallo juga menjadi tambahan kekuatan. Mount mencetak dua gol di semifinal leg kedua, sedangkan Diallo mencatat satu assist. Final ini bisa jadi panggung kebangkitan mereka bersama MU.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan