Copot Shin Tae-yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Erick Thohir: Jangan Terjebak Paradigma Kultuisme

Ketua Umum PSSI Erick Thohir bisa mengerti keputusan memberhentikan Shin Tae-yong dari kursi pelatih timnas Indonesia bakal mendapat sorotan tajam dari publik Tanah Air. Namun, dia meminta publik bersikap rasional dan tidak terlalu mengelu-elukan seseorang.

Diperbarui 12 Januari 2025, 16:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Tim nasional ini seakan-akan saya lihat tren, mau dihancurkan. Kenapa? Memang tim nasional hanya satu bentuk? Ini kan punya rakyat semua. Apa ini karakter bangsa kita, di saat kita ingin maju, lalu hancurkan diri sendiri? Coba kita koreksi diri," sambungnya.

"Saya berharap, jangan sampai mimpi besar kita, dijatuhkan, dihancurkan, hanya pikiran individu atau sekelompok, apalagi dipecah belah asing. Kalau lagi memang tidak suka, ya tidak datang (ke stadion) tidak apa-apa."

"Tapi nggah usah menghujat. Pemain diserang, kan kasihan. Marselino lagi bagus dipuji, lagi nggak bagus kariernya mau diselesaikan. Mereka kan manusia biasa. Support sewajarnya, cinta sewajarnya. Dinamika, ada pasti. Tapi pada saat bersamaan, kita harus bersatu menjalankan segala perbedaan ini," kata Erick Thohir.

Penyebab Pemecatan Shin Tae-yong

Erick Thohir menjelaskan wacana pemecatan Shin Tae-yong sebenarnya sudah muncul dari sebelum laga Timnas Indonesia vs China, Oktober lalu.

Ada dinamika cukup tinggi yang terjadi kala itu, sehingga memunculkan pertimbangan pisah dengan juru taktik asal Korea Selatan. Secara umum, aspek komunikasi dan taktikal banyak disebut-sebut sebagai alasan utama oleh Erick.

Walau begitu, Ketum PSSI menegaskan hubungannya dengan Shin Tae-yong tetap terjaga baik, dengan mantan pelatih Timas Indonesia juga diklaim sudah legawa menerima keputusan ini.

"Sebelum pertandingan di China itu sudah terjadi dinamika yang cukup tinggi. Kalau kita hitung-hitung, jika dilakukan (pemecatan STY) saat itu, jarak ke pertandingan berikutnya cukup singkat," papar Erick Thohir.

"Makanya hari ini yang terbaik. Risiko tentu ada, tetapi lebih baik ambil risiko daripada menyesal di kemudian hari. Dan kemudian kita mencari figur yang bisa memberi ekstra effort dalam hal komunikasi, taktikal, dan lain-lain," tandasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan