Wacana Peserta BRI Liga 1 Menjadi 20 Tim Mencuat, Pengamat Minta PSSI Berhati-Hati

Perubahan format BRI Liga 1 mencuat belakangan ini. Ada kemungkinan tim peserta menjadi 20 klub.

OlehThomas
Diterbitkan 09 Januari 2024, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kompetisi 3 Wilayah

Hal senada juga diungkapkan pengamat sepak bola nasional, Yusuf Kurniawan. Ia menilai jangan sampai wacana 20 tim justru mencederai sepak bola Indonesia.

“Kalau sekarang ujug-ujug muncul wacana 20 tim, akan mengundang spekulasi negatif: Ada tim yang mau diselamatkan,” jelas pria yang akrab disapa Bung Yuke tersebut.

Bung Yuke justru menilai, idealnya kompetisi dibuat menjadi 3 wilayah dengan setiap wilayah masing-masing dihuni 12 tim. Artinya, ada 36 tim yang berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Idealnya dengan demografi Indonesia yang luas, dibagi ke dalam 3 wilayah, barat, tengah, timur seperti ISL 2007. Biaya akomodasi dan traveling akan jauh lebih efisien. Lalu supaya lebih merata, dan daerah-daerah (klub) terluar punya kesempatan naik panggung ke kasta tertinggi,” ujar Bung Yuke. “Kalau 3 wilayah, ya bisa 12 besar dulu atau langsung 8 besar, itu soal teknis saja. Kalau cuma mekar jadi 20 tim, menurut saya ya enggak perlu dibagi format 2 wilayah, langsung saja klasemen tunggal home and away, tanpa final four lagi (seperti sekarang),” tambahnya.

Memperbaiki Stadion di Indonesia

Masih menurut Bung Yuke, agar format tiga wilayah kompetisi dapat dijalankan dengan bagus, stadion-stadion yang belum standar untuk menggelar Liga 1, dapat diperbaiki dengan mengacu Inpres (Instruksi Presiden) Nomor 3 Tahun 2019 soal Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional.

"Harus diupgrade dari sekarang, fasilitasnya. Di Liga Premiere Inggris, misalnya, banyak stadion kecil-kecil tapi tetap bisa dilaksanakan, yang penting management security-nya baik," jelas Bung Yuke. "Lewat Inpres, seharusnya ini sudah jalan dari beberapa tahun lalu ya, tapi masalahnya memang tidak diseriusi, jadi cuma macan kertas. Artinya tetap harus ada political will dari pemerintah untuk pembangunan infrastruktur itu."

"Kita punya banyak stadion di daerah-daerah tingkat 1 bahkan tingkat 2 yang kurang terurus, karena tidak ada kegiatan nasional yang rutin diadakan. Jika Liga 1 format 3 wilayah dijalankan, niscaya stadion-stadion itu dapat direvitalisasi dengan cepat. Pemerintah-pemerintah di daerah pasti akan terdorong untuk melengkapi kekurangan infrastruktur di tempatnya, karena sepakbola bisa jadi barometer prestasi Pemda setempat juga," tutupnya.

Klasemen BRI Liga 1

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan