Sinergi Satgas Anti Mafiabola Polri dan Independen Buahkan Hasil: 8 Orang Jadi Tersangka Match Fixing di Liga 2

Delapan orang tersangka telah ditetapkan dalam kasus pengaturan skor pada pertandingan Liga 2 tahun 2018.

Diterbitkan 13 Desember 2023, 23:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Upaya bersih-bersih terhadap sepak bola Indonesia mulai membuahkan hasil. Delapan orang kini telah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus pengaturan skor atau match fixing pada pertandingan di Liga 2 pada 2018 lalu.

Bahkaan menurut Ketua Satgas Antimafia Bola Polri, Asep Edi Suheri, berkasnya juga sudah dikirimkan ke Kejaksaan Agung. 

"Berkas perkara kasus ini telah kami kirimkan kembali kepada pihak Kejaksaan Agung 7 Desember. Kami sedang menunggu pelimpahan berkas P21," kata Ketua Satgas Antimafia Bola Polri, Asep Edi Suheri, di Mabes Polri, Rabu (13/12).

Penetapan para tersangka match fixing ini juga disambut positif oleh Ketua Satgas Antimafia bola Independen, Maruarar Sirait. Dalam rilisnya, pria yang akrab disapa Ara itu menilai, kerjasama dengan Satgas Antimafia Bola Polri telah menunjukkan hasil. 

Seperti diketahui, kedua elemen ini sengaja dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk mempercepat pembersihan sepak bola Indonesia dari skandal match fixing. Pembentukan satgas ini juga merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar persepakbolaan Indonesia bersih dari mafia.

Menurut Maruarar, sinergi ini patut disyukuri oleh seluruh elemen sepak bola di Indonesia. Karena itu, kolaborasi yang apik sekaligus keseriusan bersama dalam memberantas praktek mafia bola di Indonesia juga wajib dipertahankan.

“Yang kita lihat bersama ini adalah hasilnya. Kita bisa menjerat mereka yang mencoba melakukan praktek curang dipersepakbolaan Indonesia. Karena apa yang dicapai sekarang, saya rasa belum pernah dilakukan pada era-era sebelumnya,” kata Maruarar. 

 

PSSI Siap Diperkisa Bila Dibutuhkan

Sementara itu, jumpa pers pemberantasan mafia bola berlangsung di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13 Desember 2023). Acara ini juga dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Satgas Anti Mafia Bola Polri Irjen Polisi Asep Edi Suheri, Ketua Satgas Anti Mafia Bola Independen Maruarar Sirait, serta Anggota Satgas Anti Mafia Bola Independen, Najwa Shihab.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan bila upaya pemberantasan mafia sepak bola kini telah memasuki babak baru sesuai dengan harapan dari Presiden Joko Widodo. "Hal yang luar biasa terjadi hari ini bahwa cita-cita sebagai bangsa yang ingin memiliki sepak bola bersih dan berprestasi dilakukan terus menerus oleh Presiden Jokowi dan Presiden (FIFA) Gianni Infantino. Mereka percaya sepak bola indonesia bisa jadi yang terbaik di Asia Tenggara, Asia, dan bahkan di dunia," ujarnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Oleh karena itu, saya dan PSSI siap diperiksa jika memang diperlukan dalam pengungkapan mafia bola ini. PSSI akan selalu transaparan," kata mantan presiden Inter Milan tersebut.

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan