Sambut Kejuaraan Dunia Shell Eco-marathon di India, Wakil Indonesia Pertimbangkan Faktor Nonteknis

ITS Team Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya terus berbenah menyambut Kejuaraan Dunia Shell Eco-marathon 2023 yang berlangsung di Bangalore, India, 10-12 Oktober mendatang. Selain memodifikasi kendaraan, persiapan lain menyangkut urusan logistik.

Diperbarui 14 Oktober 2023, 22:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sementara itu, enam penghargaan kategori prototype untuk Indonesia di mana satu di antaranya merupakan posisi pertama di salah satu subkategori. Sebanyak 75 tim pelajar dari 13 negara di Asia-Pasifik dan Timur Tengah berkompetisi di ajang ini.

Shell Eco-marathon 2023 berlangsung di tiga kawasan regional. Setelah seri Amerika dan Eropa bergulir, Sirkuit Mandalika mendapat kehormatan menggelar kompetisi Asia Pasifik dan Timur Tengah pada 4-9 Juli. Ajang kali ini diikuti 70 tim lebih dari 13 negara.

Pada Shell Eco-marathon 2023, para pelajar akan berkompetisi dengan kendaraan ultra-efisien yang mereka rancang dan bangun sendiri dalam dua kategori: prototype dan urban concept, untuk menempuh jarak terjauh dengan penggunaan bahan bakar yang paling efisien.

Kategori prototype ditujukan untuk kendaraan ultra-efisien, ringan, yang umumnya memiliki tiga roda dan dirancang untuk mengurangi resistensi dan memaksimalkan efisiensi. Sedangkan kategori urban concept difokuskan pada efisiensi energi dalam desain kendaraan roda empat layaknya mobil penumpang konvensional yang dirancang untuk penggunaan di jalan raya.

Peserta kemudian harus memilih salah satu dari tiga jenis bahan bakar, yakni baterai listrik, bahan bakar sel hidrogen, dan mesin pembakaran internal/internal combustion engine (bensin, etanol, atau diesel).

Pada perlombaan, setiap peserta harus melahap tiga putaran dalam waktu 30 menit. Mereka mendapat empat percobaan untuk mencatat hasil terbaik.

Khusus kategori urban concept, bergulir kompetisi regional yang menghadirkan balapan pada umumnya.  

Daftar Lengkap Pemenang Shell Eco-marathon Asia Pasifik-Timur Tengah 2023

Urban Concept

ICE

1. ITS Team Sapuangin (Institut Teknologi Sepuluh November) 422,9 km/l

2. Garuda UNY Eco Team I (Universitas Negeri Yogyakarta) 388,1 km/l

3. Antawirya (Universitas Diponegoro) 286,3 km/l

Hidrogen

1. Semar Urban UGM (Universitas Gadjah Mada) 276,4 km/meter kubik

2. HYD12OGEN (Nanyang Technological University) 238,3 km/meter kubik

3. TP ECO Flash (Temasek Polytechnic) 129,9 km/meter kubik

Baterai Listrik

1. Apatte62 Brawijaya Team 1 (Universitas Brawijaya) 182,6 km/kWh

2. Arjuna UI Team (Universitas Indonesia) 171,6 km/kWh

3. TITEN UNEJ Team (Universitas Jember) 115 km/kWh

Prototype

ICE

1. VIRGIN TEAM (Sakonnakhon Technical College): 1.867,8 km/l

2. NAKOELA UI TEAM (Universitas Indonesia): 1.190,3 km/l

3. Fueang Fha (Amphawa Industrial and Community Education): 893,4 km/l

Hidrogen

1. KUST (Kookmin University): 373,7 km/meter kubik

2. Bumi Siliwangi Team 2 (Universitas Pendidikan Indonesia): 287,5 km/meter kubik

3. ANTASENA ITS TEAM (Institut Teknologi Sepuluh Nopember): 216,2 km/meter kubik

Baterai Listik

1. Semar Proto UGM (Universitas Gadjah Mada): 779,6 km/kWh

2. IMEI TEAM (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo): 749,2 km/kWh

3. ANTAWIRYA EV (Universitas Diponegoro): 649,9 km/kWh  

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan