MotoGP 2023: Baru Juga Finis Satu Kali dengan Repsol Honda, Joan Mir Sudah Ingin Pindah ke Ducati

Pembalap Repsol Honda Joan Mir dikabarkan sudah mengincar satu kursi di tim satelit Ducati pada MotoGP 2024. Padahal, dia dikontrak dua tahun oleh pabrikan asal Jepang ini.

Diterbitkan 22 Juli 2023, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menurut Puig, ada dua penyebab utama menurunnya prestasi Repsol Honda di MotoGP. Keduanya yakni pandemi Covid-19 dan juga cedera Marc Marquez.

Padahal sebelum 2020, Marc Marquez berhasil merebut 6 gelar juara MotoGP. Selain itu, Honda juga berhasil menang di 69 kali balapan dengan 4 pembalap berbeda.

"Saya pikir, kalau Anda lihat lagi di 2020, kami kesulitan dengan Covid dan juga cedera Marquez. Dan sejak itu, prestasi kami menukik turun tajam," ujar Puig seperti dikutip crash.

Cedera Marquez memang merepotkan Repsol Honda. Usaha Marquez untuk nekat langsung tampil di 2021 juga memperburuk suasana.

Pembatasan karena Covid-19 juga membuat prestasi Honda menurun tajam. Pabrikan Jepang kesulitan karena harus tampil sepanjang MotoGP 2020 dan 2021 di Eropa.

Rival Honda dari Jepang Bisa Adaptasi dengan Baik

Meski Honda terpuruk, tapi pabrikan Jepang lainnya bisa beradaptasi dengan baik. Suzuki memenangkan gelar juara pada 2020, sedangkan Yamaha pada 2021 lalu lewat Fabio Quartararo.

"Situasi yang dialami Marquez sangat rumit dari sisi pembalap dengan cederanya, tapi juga dari sisi pabrikan. Tak mudah buat insinyur kami untuk kembali ke Jepang, sehingga mereka harus bertahan di Eropa," kata Puig.

"Mereka tak bisa membangun motor seperti di masa lampau karena biasanya balik ke pabrik untuk bertukar informasi. Karena Covid, Anda kehilangan ini."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan