Kembalikan Kejayaan, Anggar Indonesia Fokus ke Pengembangan di Usia Dini

Pelatihan anggar diadakan di Bali dengan melibatkan dua mantan atlet asal Spanyol.

Diperbarui 09 Juni 2023, 20:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menurut Susrama, atlet-atlet yang ada di sekolah tersebut akan dimasukkan ke dalam klub sebagai anggota Pengkab/Kota, sehingga pembinaannya bisa selalu dimonitor dan evaluasi oleh masing-masing pengurus kabupaten/kota. Tidak hanya itu, kata Susrama, pihaknya juga merancang bakal mengelar event/kompetisi antar sekolah pertama yang direncanakan berlangsung bulan September 2023. Tujuannya, menggairahkan semangat anak-anak didik agar lebih serius lagi dalam menekuni olahraga anggar.

“Jadi dengan pelatihan pelatih ini, kami harap mampu menggali bibit atlet sejak usia dini yang ada di sekolah-sekolah, dalam upaya mencetak atlet yang mampu bersaing dan meraih prestasi, baik di nasional hingga internasional. Apalagi, Bali akan dijadikan Sentra Pembinaan Atlet Anggar Lokal dan Nasional di Canggu sekaligus lokasi pengembangan Sports Tourism," jelasnya.

Terpukau Aksi Dua Atlet Anggar

Saat penataran berlangsung, para guru olahraga yang mengajar di tingkat SD hingga SMP dari kabupaten/kota yang ada di Bali itu tampak terpukau menyaksikan dua atlet anggar beradu pedang. Karena, hampir sebagian besar dari mereka, baru pertama kali menyaksikan secara langsung olahraga ketangkasan menggunakan bilah pedang ini.

Mereka tampak dengan seksama menyaksikan dan mendengarkan penjelasan dari pelatih tentang teknik dasar anggar. Bahkan saking penasaran, para guru meminta penjelasan detail mulai dari teknik hingga tata cara penilaian.

Seorang guru olahraga dari SD Tri Murthi School, Komang Trianada, mengaku pertama kali mengikuti pelatihan anggar. Menurutnya, cabor ini sangat memungkinkan diberikan kepada siswa, sejak usia dini. “Saat ini anak-anak awam tentang cabor anggar ini, tapi ini memungkinkan kami didik tentang pengenalan dasar,” tuturnya.

Pihaknya pun yakin, di setiap sekolah terpendam bibit atlet anggar potensial. Namun, terkendala sarana dan prasarana. “Ini karena membutuhkan alat, seperti pedang dan juga pakaian. Tapi nanti saya akan memperkenalkan secara teori teknik dasar untuk menambah wawasan anak didik kami,” pungkasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan