Bola Ganjil: Berakhir 11-1, Sejarah Lahirnya Perseteruan Real Madrid dan Barcelona di El Clasico

Kesuksesan Liverpool mempermalukan rival abadi Manchester United 7-0 beberapa waktu lalu membuka tabir di perseteruan-perseteruan besar sepak bola. El Clasico tidak lepas dari itu, dengan satu pihak sukses meraih kemenangan 11-1.

Diperbarui 26 April 2023, 19:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musuh bebuyutan Barcelona dan Real Madrid kembali bertemu pada El Clasico. Duel edisi kali ini berlangsung pada ajang Copa del Rey di Camp Nou, Rabu (5/4/2023) atau Kamis dini hari WIB.

Barcelona tengah memimpin 1-0 usai kemenangan di markas lawan. Selain itu, El Azulgrana juga unggul 12 angka atas rival abadi sehingga berpeluang besar merebut mahkota La Liga. Selisih signifikan tersebut didapat menyusul kemenangan 2-1 pada El Clasico di Camp Nou bulan lalu.

Pada ajang lain, pasukan Xavi Hernandez juga menunjukkan dominasi. Mereka membungkam Real Madrid pada perebutan Piala Super Spanyol di awal 2023.

Memiliki kekuatan setara, duel Barcelona vs Real Madrid memang selalu berlangsung sengit dan ketat. Jarang terjadi kemenangan besar bagi salah satu kubu.

Namun, kesuksesan Liverpool mempermalukan rival abadi Manchester United 7-0 beberapa waktu lalu membuka tabir di perseteruan-perseteruan besar sepak bola. El Clasico tidak lepas dari itu, dengan satu pihak sukses meraih kemenangan 11-1.

Kemenangan di Copa del Rey

Adalah Real Madrid yang memetik kemenangan tersebut pada Copa del Rey 1942/1943. Los Blancos meraih hasil meyakinkan meski menjalani kampanye dengan kurang meyakinkan.

Pasalnya, mereka cuma satu strip di atas play-off degradasi pada Liga Spanyol. Sementara Barcelona terlibat persaingan gelar sebelum merelakan takhta ke Athletic Bilbao.

Pada 13 Juni 1943 di Estadio Chamartin, Real Madrid membutuhkan kemenangan besar setelah dikalahkan Barcelona 3-0 di leg pertama.

Yang terjadi kemudian di luar ekspektasi. Los Blancos memimpin 8-0 sebelum jeda berkat hattrick Prudencio Sanchez dan Sabino Barinaga, plus gol dari Chus Alonso serta Antonio Alsua.

Barinaga dan Alonso menambah koleksi gol selepas geda, dengan Pascual Botella tidak mau ketinggalan menggoreskan nama di papan skor. Barcelona cuma bisa membalas lewat gol menit ke-89 dari Mariano Martin.

Laga tersebut disinyalir sebagai lahirnya El Clasico. Sebelumnya pertemuan Real Madrid dan Barcelona tidak memiliki makna besar.

"Tidak ada rivalitas di antara kedua kubu, setidaknya sebelum pertandingan itu," kata kiper cadangan Barcelona Fernando Argila di partai tersebut.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan