Bola Ganjil: Berakhir 11-1, Sejarah Lahirnya Perseteruan Real Madrid dan Barcelona di El Clasico

Kesuksesan Liverpool mempermalukan rival abadi Manchester United 7-0 beberapa waktu lalu membuka tabir di perseteruan-perseteruan besar sepak bola. El Clasico tidak lepas dari itu, dengan satu pihak sukses meraih kemenangan 11-1.

Diperbarui 26 April 2023, 19:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Representasi Pemerintah Pusat dan Kaum Marjinal

Sengketa itu bermula dari leg pertama di Les Corts. Pendukung Barcelona menyoraki setiap kali pemain Real Madrid menguasai bola. Mereka juga mencerca wasit Fombona Fernandez karena dianggap membiarkan penggawa Los Blancos bermain kasar. Di sisi lain, Madrid mempertanyakan keputusan Fernandez mengesahkan seluruh gol Barcelona.

Media Spanyol Ya, yang terbit periode 1935 hingga 1996, menyebut aksi suporter Barcelona di leg pertama sebagai 'serangan langsung terhadap Spanyol'.

Atas perlakuan tersebut, kubu Real Madrid pun membalas jelang duel kedua. Mereka melarang fans Barcelona datang ke ibu kota. Sebaliknya, pendukung Los Blancos balik meneror El Azulgrana. Mereka melempari bus yang membawa pemain dengan batu.

Kiper Barcelona Lluis Miro sebisa mungkin menjauhi dari garis lapangan karena takut terkena lemparan botol. Sedangkan suporter tuan rumah meneriaki pemain Barcelona menggunakan kata 'separatis'.

Selepas pertandingan, narasi baru tercipta. Real Madrid diidentifikasikan sebagai tim yang merepresentasikan pemerintah pusat. Sementara Barcelona menganggap diri sebagai kaum marjinal yang dikecilkan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan