Pep Guardiola Beberkan Alasan Ganti Erling Haaland saat Manchester City Hajar RB Leipzig di Liga Champions

Pelatih Manchester City Pep Guardiola mengungkap alasan dirinya mengganti Erling Haaland dalam laga kontra RB Leipzig di Liga Champions, meski sang pemain memiliki kontribusi penting di pertandingan tersebut.

Diterbitkan 15 Maret 2023, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Saya bilang ke Pep waktu saya ditarik keluar (lapangan) bahwa saya ingin mencetak hattrick ganda (enam gol),” tutur Haaland sembari bergurau kepada BT Sport.

“Akan tetapi, apa yang bisa saya lakukan?” sambungnya selepas pertandingan, seperti dilansir dari Mirror.

Erling Haaland Pecahkan Sejumlah Rekor

Pendapat Guardiola memang ada benarnya. Terbukti, Erling Haaland langsung berhasil memecahkan sejumlah rekor lewat lima golnya di laga kontra RB Leipzig.

Pesepak bola kelahiran 21 Juli 2000 itu menjadi pemain tercepat yang mampu mengoleksi 30 gol di Liga Champions. Rekor ini sebelumnya dipegang oleh legenda MU Ruud van Nistelrooy yang berhasil menciptakan 30 gol dalam 34 pertandingan.

Haaland lantas mengambil alih predikat tersebut lantaran dirinya mampu menembus jumlah gol yang sama hanya dengan 25 laga. Adapun pesepak bola asal Norwegia kini tercatat telah mengoleksi total 33 gol di Liga Champions.

Tak hanya itu, bintang City juga menyandang predikat sebagai pemain termuda yang mampu membuat 30 gol di kompetisi sepak bola elite Eropa.

Dengan catatan usia 22 tahun dan 236 hari, mantan penggawa Molde resmi melewati pencapaian bintang Paris Saint-Germain (PSG) Kylian Mbappe.

Setara dengan Pencapaian Lionel Messi

Lebih lanjut, Haaland berhasil masuk dalam buku sejarah Liga Champions sebagai salah satu pemain yang mencetak gol paling banyak dalam satu pertandingan.

Torehan lima gol ini membuat Haaland sejajar dengan bintang Lionel Messi serta pemain Brasil Luiz Adriano. Duo penggawa juga tercatat pernah sama-sama melesakkan lima gol saat membela timnya di kompetisi sepak bola elite Eropa.

Sekadar informasi, lima gol Messi di Liga Champions terjadi dalam fase knock out, tepatnya pada 7 Maret 2012 silam. Sementara itu, rekor positif Adriano tercipta saat dirinya tampil di fase grup pada 21 Oktober 2014.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan