Bola Ganjil: Tidak Ada Klub Ibu Kota di Kasta Tertinggi Brasil dan Australia

Bola Ganjil pernah menceritakan dominasi klub ibu kota pada level tertinggi kompetisi sepak bola. Jumlahnya mencapai belasan atau melebihi 75 persen daftar peserta. Namun, ada juga fenomena 180 derajat terkait hal ini. Ibu kota tidak memiliki klub di kasta utama setempat.

Diterbitkan 15 Maret 2023, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Akibat minimnya infrastruktur, mereka pun harus berbagi kandang satu sama lain. Afrique Elite, AS Black Stars, AS Korofina, AS Real Bamako, CO Bamako, dan LC Bamako menganggap Stade Modibo Keita sebagai markas mereka.

Sedangkan AS Olympique de Messira, AS Police, Djoliba AC, Stade Malien, AS Onze Createurs de Niarela, dan Yeelen Olympique bermain di Stade du 26 Mars. Hanya USFAS Bamako yang punya kandang sendiri yakni Stade Municipal de USFAS.

Montevidio dan Doha

Fenomena serupa hadir di Uruguay. Montevideo menjadi rumah bagi Penarol, Nacional, Defensor, Danubio, Fenix, Rentistas, River Plate, Torque, Cerrito, Albion, Wanderers, dan, Liverpool pada musim 2022.

Kekuatan utama adalah Penarol dan Nacional yang total menjadi juara liga sebanyak 99 kali.

Saking kuatnya faktor ibu kota, seluruh peserta Liga Uruguay 1998 bahkan datang dari Montevidio. Mereka adalah Nacional, Bella Vista, Penarol, Defensor Sporting, River Plate, Wanderers, Rampla Juniors, Rentistas, Villa Espanola, Huracan Buceo, Danubio, dan Liverpool.

Dari Asia, mayoritas klub papan atas di tuan rumah Piala Dunia 2022 Qatar berbasis metropolitan Doha. Sebanyak delapan berbasis pusat kota yakni Al-Ahli, Al-Arabi, Al-Duhail, Al-Gharafa, Al-Sadd, Al-Sailiya, Qatar SC, dan Umm Salal.

Sementara Al-Markhiya, Al-Wakrah, dan Al-Rayyan terletak di pinggiran Doha. Satu-satunya klub yang yang berada di luar Doha adalah Al-Shamal yang bermain dari pesisir utara Qatar.

  

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan