Miris! Buntut Performa Bobrok Chelsea, Graham Potter Sekeluarga Dapat Ancaman Pembunuhan

Manajer Chelsea Graham Potter mengaku sempat menerima ancaman pembunuhan yang dialamatkan kepada dia dan keluarganya, menyusul performa kurang memuaskan The Blues dalam kompetisi musim ini

Diterbitkan 25 Februari 2023, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Manajer Chelsea Graham Potter mendapat pengalaman buruk akibat gagal mengantar anak-anak asuhnya tampil menjanjikan di kompetisi musim ini.

Laporan Daily Mail mengungkap, juru taktik asal Inggris beserta keluarganya dikirimi ancaman pembunuhan beberapa waktu lalu.

Sekadar informasi, Potter memang tengah berada di bawah tekanan. Ia sejatinya ditunjuk untuk menggantikan Thomas Tuchel yang dinilai kurang menggigit pada awal musim. Namun, kedatangannya tak serta-merta mendongkrak penampilan Chelsea.

The Blues malah terlempar ke peringkat 10 klasemen sementara Liga Inggris. Klub asal London Barat cuma mampu mengoleksi 31 poin dari 23 pertandingan, serta gagal memetik kemenangan dalam empat laga teranyar.

Kai Havertz dan kawan-kawan juga tak terlalu moncer di Liga Champions. Mereka baru saja menelan kekalahan tipis 0-1 dari Borussia Dortmund dalam laga leg pertama babak 16 besar yang dihelat di Signal Iduna Park pada Kamis (16/2/2023).

Performa bobrok The Blues akhir-akhir ini rupanya berdampak pada kehidupan pribadi Potter. Eks manajer Brighton & Hove Albion itu mengaku sempat menerima email ancaman yang dialamatkan kepada dia dan keluarganya.

“Sebanyak saya mendapat dukungan, saya juga menerima beberapa email tidak menyenangkan, yang menginginkan saya serta anak-anak saya mati,” beber Potter terkait ancaman yang ia dapat, seperti dilansir dari Daily Mail.

“(Pesan-pesan) tersebut jelas tidak enak diterima. Anda jadi kesal ketika Anda sedang berada dalam ranah privat dengan keluarga Anda,” sambung juru taktik berusia 47 tahun.

Melewati Batas

Pesan-pesan ancaman terhadap manajer Chelsea memang tak bisa dianggap sebagai candaan semata. Malahan, Daily Mail menilai tindakan tersebut merupakan contoh buruk dari pendukung yang melewati batas.

Potter sendiri pun sempat menyinggung terkait hal ini. Sang manajer tak menampik bahwa ia merasa tidak nyaman dengan situasinya lantaran mendapat makian ketika tengah mencoba memperbaiki performa tim.

“Anda harus menerima situasi seperti adanya, menerima kritik yang diberikan, tetapi jangan sampai terseret ke hal-hal yang tidak benar,” tutur Potter jelang derby London melawan Tottenham Hotspur, seperti dilansir dari Daily Mail.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Cobalah untuk memiliki perspektif, tetapi di saat yang sama, Anda juga harus mau menerima kritikan dan perasaan tidak enak," katanya menambahkan. “(Situasi) ini merupakan tantangan. Jika Anda pergi bekerja dan seseorang memaki Anda, hal itu tentu tidak menyenangkan,” tandas dia.

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • Chelsea Football Club musti menunggu hampir 50 tahun untuk kembali merengkuh trofi Liga Primer Inggris keduanya setelah pada musim 2004-2005
    Semua berita tim, statistik tim, transfer pemain dan lainnya tentang Chelsea FC yang memiliki julukan The Blues
    Chelsea
  • liputan6
    Graham Potter adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola profesional asal Inggris, yang kini menjadi kepala pelatih Chelsea.
    Graham Potter
  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Thomas Tuchel adalah pelatih kenamaan asal Jerman yang kini menahkodai Chelsea FC
    Thomas Tuchel adalah pelatih kenamaan asal Jerman yang kini menahkodai Chelsea FC
    Thomas Tuchel