Liputan6.com, Jakarta Pesta Bola Dunia 2022 Qatar telah sampai di penghujung kompetisi. Babak final mempertemukan juara bertahan Prancis melawan Argentina yang dikapteni oleh Lionel Messi. Performa kedua tim tak perlu diragukan lagi, baik Prancis maupun Argentina melaju ke babak final dengan statistik jempolan, melibas tim-tim terbaik.
Bahkan duet penyerang kedua tim menjadi yang paling produktif di ajang Pesta Bola Dunia, dengan Kylian Mbappe dan Lionel Messi bersaing menjadi top skor.
Pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo menyebut "Les Bleus" Prancis sebagai juara bertahan punya keinginan mempertahankan prestasi terbaiknya. Sedangkan Argentina punya ambisi besar mewujudkan gelar juara menyusul tak lagi menuai sukses setelah Piala Dunia 1986.Â
Selain itu, tim Argentina punya "faktor (Lionel) Messi" dimana seluruh pemain bakal bahu-membahu mewujudkan kemenangan, yakni kemenangan paripurna sebelum Messi pensiun.
"Pertandingan final pasti seru dan berimbang. Kedua tim punya spesifikasi yang sama. Prancis dipastikan ingin mempertahankan gelar seperti yang pernah dilakukan Italia atau Brasil," ungkap Kesit.Â
Dia mengatakan, sebagai juara bertahan tekanan yang dirasakan Prancis sudah mereda di babak final. Seandainya tidak juara, Kesit menambahkan Prancis telah mencatat sebagai tim juara bertahan yang bisa melaju ke babak final.Â
"Jadi, hampir tidak ada beban mental yang berarti di babak final," imbuhnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4263671/original/099104400_1671192634-Final_Piala_Dunia_2022_2.jpg)
Di sisi lain, Argentina dipastikan bermain maksimal mengingat ini laga terakhir Messi di Piala Dunia. Menurut Kesit, Messi sebagai ikon sepakbola Argentina yang mendunia ini ingin mengakhiri kiprah sepakbola dengan sebuah kemenangan di ajang Piala Dunia.Â
"Argentina pasti tampil ngotot karena belum pernah menang sejak 1986 dan ini pertandingan terakhirnya Messi. Seluruh pemain Argentina pasti berikan penampilan terbaiknya," ungkap Kesit.
Prediksi Perebutan Tempat Ketiga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4237162/original/081059800_1669208768-20221123-Piala-Dunia-Maroko-Vs-Kroasia-AP-2.jpg)
Terkait pertandingan perebutan tempat ketiga,, Kesit mengatakan masih seru. Kroasia sebagai tim dari daratan Eropa sempat drop saat melawan Argentina. Tetapi sebagai timnas yang sarat pengalaman di ajang Piala Dunia, Kroasia bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan.
Sedangkan Maroko yang sukses sebagai tim benua Afrika pertama yang menembus babak semifinal, peak performa dan mentalnya sudah dihabiskan saat mengalahkan Portugal.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261864/original/088870800_1671079115-Final_Piala_Dunia_2022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7446700/original/022803500_1780222178-1500_x_845.jpg)