Kiper Prancis Buka Suara soal Kegagalan Penalti Harry Kane di Piala Dunia 2022

Kiper Prancis Hugo Lloris yakin Harry Kane terlalu yakin saat ambil penalti kedua di pertandingan Inggris lawan Prancis di Piala Dunia 2022.

Diperbarui 12 Desember 2022, 13:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kiper Prancis, Hugo Lloris buka suara soal kegagalan penalti kapten Inggris, Harry Kane pada laga perempat final Piala Dunia 2022 di stadion Al Thumama pada Senin (11/12/2022). Lloris gagal antisipasi penalti pertama Harry Kane, yang juga rekannya di Tottenham Hotspur.

Lloris juga tak melakukan tepisan apapun di penalti kedua. Soalnya, Harry Kane menendang penalti melambung ke atas gawang pada laga menentukan perempat final Piala Dunia 2022 itu.

Harry Kane punya kesempatan untuk samakan skor saat Inggris tertinggal 1-2 dari Prancis di menit ke-84. Namun Kane gagal menjalankan tugas dengan baik.

"Soal penalti pertama, kami sudah saling kenal, saya bilang ke diri sendiri dia akan mengubah gaya tendangannya," kata Lloris seperti dikutip Goal.

"Namun ternyata gaya tendangannya tetap sama. Penalti kedua saya menebak dengan tepat dan mungkin Kane merasa ada tekanan, jadi dia angkat tendangannya. Dia terlalu memaksakan diri dan itu momen penting di pertandingan."

 

Kejar Rekor

 

Harry Kane menyamai rekor gol Wayne Rooney saat mencetak gol lewat penalti pertama. Kane mencoba lewati rekor dengan penalti kedua, tapi gagal.

Gol pertama Kane membuat skor Inggris vs Prancis berubah menjadi 1-1. Sebelumnya, Prancis cetak gol mengejutkan lewat Aurelien Tchouameni.

"Saya termasuk pemain yang selalu siap kalau dapatkan satu atau dua penalti di pertandingan. Saya selalu punya ide dengan apa yang harus dilakukan," katanya.

"Saya tak bisa mengabaikan persiapan saya. Masalahnya hanya pada eksekusi di pertandingan itu. Penalti pertama oke tapi yang kedua tak sesuai dengan yang saya inginkan."

 

Dikenang

Kane akan kembali ke klub usai gagal di Piala Dunia 2022 dengan Inggris. Dia akan tampil lagi saat Tottenham menghadapi Brentford pada laga Boxing day pada 26 Desember.

"Kegagalan itu harus saya hadapi dalam hidup saya. Ini tentu akan menyakitkan. Hasil akhir pertandingan menyakitkan karena apa yang sudah kami coba untuk raih," ujarnya.

"Sebagai kapten, saya akan menanggung risiko itu. Namun saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan teman-teman."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Defri Saefullah, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan