Sukses

Mayoritas Pendukung Portugal Tidak Inginkan Ronaldo Jadi Starter Hadapi Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2022

Liputan6.com, Jakarta- Sebagian besar pendukung tim nasional Portugal tidak ingin Cristiano Ronaldo Kembali ke starting line-up menghadapi Maroko di perempat final Piala Dunia 2022, yang akan berlangsung Sabtu (10/12/2022) di Stadion Al Thumama pukul 22.00 WIB.

Sebaliknya, mereka dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh surat kabar Portugis, A.Bola, sebanyak 93,6% pendukung ingin Goncalo Ramos menjadi pemain depan Portugal menghadapi Maroko.

Penampilan impresif Ramos yang diturunkan sejak menit pertama saat menghadapi Swiss di 16 besar langsung memikat hati para pendukung Portugal. Pemain muda berusia 21 tahun itu mencetak hat-trick dalam penampilan pertamanya di Piala Dunia.

Bek veteran Portugal, Jose Fonte, menyebutkan bahwa permainan timnas Portugal lebih baik sebagai tim tanpa adanya Cristiano Ronaldo.

Ronaldo sendiri dibangkucadangkan oleh pelatih Fernando Santos. Keputusan yang membuat Ronaldo makin marah, setelah sebelumnya ia merajuk karena digantikan saat menghadapi Korea Selatan. Sikap Ronaldo itu membuat Ramos marah.

Pada laga menghadapi Korea Selatan tersebut, Santos menarik keluar Ronaldo di menit ke-65.

Meski tidak mengatakan apapun, Ronaldo nampak tidak suka dengan keputusan tersebut. Mantan pemain Manchester United itu lantas melekatkan jari telunjuk ke bibirnya seolah menyuruh orang lain untuk diam saat ia berjalan ke pinggir lapangan.

"Sudahkah saya melihat gambar itu? Ya, saya tidak menyukainya, tidak sama sekali. Saya tidak menyukainya. Saya benar-benar tidak menyukainya. Tapi sejak saat itu semuanya selesai terkait masalah itu,” kata Fernando Santos dalam konferensi pers, dikutip dari Sport Bible, Selasa (6/12/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Batal

Kemudian pacarnya, Georgina Rodriguez, mengecam Santos karena menjatuhkan 'pemain terbaik di dunia', sekaligus mencapnya sebagai 'memalukan'.

Jajak pendapat, yang hanya membutuhkan jawaban ya atau tidak, jelas bukan pertanda baik bagi Ronaldo, mantan superstar Manchester United itu.

Setelah pertandingan melawan Swiss, dikutip dari Dailymail, terjadi pembicaraan yang menegangkan antara Ronaldo dan Santos. Ronaldo mengancam akan mengepak pakaiannya, pulang dari Qatar. Namun keputusan itu batal setelah ia menyadari pentingnya suasana kondusif bagi Portugal untuk tetap meneruskan Langkah di Piala Dunia 2022 Qatar.

Namun hal itu dibantah oleh Ronaldo dan Federasi Sepakbola Portugal. Dalam sebuah tweet, Ronaldo menulis: 'Sebuah grup yang terlalu dekat untuk dipatahkan oleh kekuatan luar. Sebuah bangsa yang terlalu berani untuk membiarkan dirinya ditakuti oleh musuh manapun."

'Sebuah tim dalam arti yang sebenarnya, yang akan memperjuangkan impian sampai akhir! Percaya dengan kami! Kekuatan, Portugal!'

Namun CR7 kembali berulah. Dilansir dari Marca, pada Rabu (7/12/2022) ia diketahui tidak mengindahkan instruksi Ramos untuk berlatih bersama pemain cadangan Portugal sebagai persiapan menghadapi Maroko. Ronaldo malah ke gym, ikut berlatih bersama para pemain yang jadi starting eleven saat laga melawan Swiss.

3 dari 4 halaman

Pesan yang Jelas

Kemenangan melawan Maroko di perempat final akan membawa Portugal ke pertandingan empat besar melawan Prancis atau Inggris, yang juga bermain pada hari Sabtu.

Sikap tegas pelatih Portugal, Fernando Sores dalam menangani Ronaldo di Piala Dunia 2022 dipuji oleh mantan asisten Manchester United, Rene Meulensteen.

Meulensteen bekerja bersama Ronaldo sejak kedatangannya di Old Trafford pada Januari 2007 hingga ketika pemain legendaris itu hengkang ke Real Madrid pada musim panas 2009.

Berbicara kepada talkSPORT, Meulensteen berkata: “Jelas saya senang saya bukan manajer Portugal saat ini, tetapi saya pikir agak sedih melihat situasi seperti itu dapat terurai seperti yang terjadi di pertunjukan sepak bola terbesar di dunia.”

"Saya pikir manajer Portugal menanganinya dengan sangat baik. Mari kita perjelas, itu adalah pesan yang jelas untuk menunjukkan kepada semua orang siapa bosnya. Juga untuk menunjukkan bahwa tidak ada yang lebih besar dari apa yang ingin mereka capai, yaitu memenangkan Piala Dunia.”

4 dari 4 halaman

Siapa Tahu

Menurut Meulensteen, lebih baik dilakukan pembicaraan yang baik dengan Ronaldo. Dengan pilihan yang disampaikan 'lihat, inilah situasinya dan Anda dapat melakukan salah satu dari dua hal - Anda dapat membelinya, atau Anda tidak dapat melakukannya. '.

"Saya masih berpikir bahwa ada peran yang harus dia mainkan tetapi itu harus sesuai dengan ketentuan Portugal, dan itulah yang menurut saya akan terjadi."

Meulensteen, yang meninggalkan Manchester United pada Juni 2013, menambahkan bahwa dia tidak yakin Santos akan mengembalikan Ronaldo ke starting line-up untuk laga perempat final melawan Maroko.

Tapi dia berkata: 'Siapa tahu, dia mungkin harus masuk dengan 30 menit tersisa dan mencetak gol kemenangan dan kemudian tiba-tiba seluruh dunia terbalik lagi.'

Namun, ketika banyak pihak memberikan kritik kepada Ronaldo, masih ada satu sosok yang membelanya.

Sosok yang membela Ronaldo adalah bekas pelatihnya di Real Madrid, Carlo Ancelotti.

"Saya bersamanya selama dua tahun, tidak ada masalah. Nyatanya, dia menyelesaikan banyak masalah untuk saya," kata Carlo Ancelotti, dikutip dari Corriere dello Sport.

"Bisakah seseorang yang mencetak setidaknya satu gol per pertandingan dianggap sebagai masalah?"

Bagi Ancelotti, Ronaldo berlatih dengan sangat bagus, dia memperhatikan detail, dan terlalu mudah untuk mengaturnya. Ronaldo pemain yang luar biasa.

"Dengan saya, dia akan memainkan 100 pertandingan dan mencetak lebih dari 100 gol, orang yang mencetak 50 gol setiap tahun adalah seseorang yang berbuat bagus untuk tim," tutur Ancelotti menambahkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS