4 Pelatih Jadi Tumbal Keganasan Piala Dunia 2022, Terbaru Paulo Bento Mundur Usai Korsel Dipermalukan Brasil

Paulo Bento membantah keputusannya merupakan imbas dari kekalahan Korea Selatan atas Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Diterbitkan 06 Desember 2022, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Keganasan Tim Samba semakin tak terbendung. Pada menit ke-29, giliran Richarlison yang menjebol Korea Selatan. Sementara gol terakhir dipersembahkan oleh Lucas Paqueta pada menit ke-36.

Tidak Berkutik

Di babak kedua, Korsel berusaha mengejar ketertinggalan. Namun upaya itu tidak berhasi. Hingga peluit panjang dibunyikan, Kesatria Taeguk hanya mampu mencetak 1 gol hiburan lewat Paik Seung-ho. Ini merupakan gol ke-100 yang dicetak Korea Selatan selama ditangani oleh Paulo Bento. 

Meski demikian, Bento membantah keputusannya mundur karena kegagalan Korsel. Menurutnya, pilihan untuk meninggalkan Kesatria Taeguk sudah diambil jauh sebelum timnya tersingkir.  

"Saya sudah berbicara kepada pemain, presiden. Ini keputusan yang sudah saya ambil sejak September. Hari ini, kami saya hanya mengumumkannya saja dan saya berterima kasih kepada mereka semua atas apa yang sudah dilakukan dan mereka berikan kepada saya," beber Bento. 

"Saya yakin, kami bisa sangat bangga dengan apa yang sudah kami dapat di Piala Dunia dan apa yang kami tempuh dalam empat tahun terakhir untuk bisa sampai ke sini. Saya pikir, kami tampil cukup baik di babak penyisihan meski saya pikir kami harusnya bisa dapat poin lebih dan mengalahkan Ghana."

 

 

Pelatih Lainnya

Sementara itu, Bento bukan satu-satunya pelatih yang mundur setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2022. Sebelumnya, Roberto Martinez juga telah lebih dulu mengambil langkah yang sama. 

Martinez memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih Belgia setelah timnya gagal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. Berada di Grup F, Red Devils hanya mampu finis di urutan ketiga. 

Langkah yang sama juga diambil pelatih timnas Meksiko, Gerardo Martino. Dia juga memilih tinggalkan tim Sombrero usai gagal menembus fase knock out setelah finis di posisi ketiga grup C. 

 

Otto Addo

Nasib yang sama juga menimpa Otto Addo, pelatih timnas Ghana.Pria berusia 47 tahun itu juga memutuskan mundur usai timnya dipaksa menyerah 0-2 oleh Uruguay di laga terakhir grup H.

Kekalahan ini membuat Ghana tidak sanggup melangkah ke babak 16 besar dan menyelesaikan fase grup di urutan paling buncit. Addo sebelumnya hanya menjabat sebagai asisten pelatih. Dia baru naik pangkat setelah federasi sepak bola Ghana memecat pelatih kepala Milovan Rajevac, Februari lalu. 

"Saya sudah katakan sebelumnya ketika saya mulai jadi asisten pelatih pada Oktober tahun lalu. Sudah jelas saya katakan, saya akan berhenti setelah Piala Dunia," kata Addo kepada BBC. 

Mantan pemain Timnas Ghana ini menggantikan Milovan Rajevac yang dipecat pada Februari tahun ini.

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Marco Tampubolon, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan